Aktivitas Togel Diduga Bebas di Wilayah Hukum Polres Kampar

oleh -100.489 views
Aktivitas

IDUL FITRI

Kampar I Mediarealitas.com – Aktifitas judi toto gelap (Togel), masih bebas tanpa hambatan di wilayah hukum Polres Kampar tanpa tersentuh hukum.

Sehingga disejumlah lokasi, judi togel tersebut beroperasi dengan gampang.

REALITAS TV

Sejumlah lokasi yang menjadi titik aktifitas bisnis haram itu yakni di Kecamatan Kota Bangkinang, Tapung Hilir, Tapung Hulu,13 Koto Kampar, Desa Air Tiris, Kecamatan Siak Hulu, plamboyan, Kecamatan Tapung Induk, Suram, kasikan Kecamatan. Tapung Hulu, dan Mandau, Majapahit Kecamatan. Tapung Hulir.

Informasi yang diperoleh media ini, sejumlah nama yang disebut sebagai bandar togel yang beropearsi disejumlah titik tersebut antara lain MSI dan STG, SKK, ABG, Silalahi, Bud, Udin, dan Edi S.

Selain itu, kegiatan judi togel itu diduga di bandari  oleh bandar Lokal, bandar togel dari Sumatera Utara dan dari Jambi. Membeli togel secara online itu juga begitu mudah, cukup kirim angka atau nomor yang mau dibeli dengan  melalui SMS.

Sedangkan yang melakukan rekap untuk pemasangan nomor, dilakukan dengan catatan oleh sejumlah sub agen yang ada disejumlah warung kedai Kopi seperti di Bangkinan (simpang Lingkar), di Air Tiris yang kedainya pas di Majapahit, jalan Purwosari Mecamatan Siak Hulu, sebut narasumber media ini seraya minta namanya dirahasiakan.

Ironisnya permainan togel di wilayah hukum Polres Kampar itu, ada juga agen besarnya.

Seperti diwilayah Tapung Induk yang disebut-sebut sebagai bandar besarnya dikenal berinisial SKK, STG. 

Sedangkan di Tapung Hilir dan Siak Hulu bandar besarnya berinisial MSI.

Anehnya, bandar-bansar besar judi toto gelap itu, terkesan dipelihara oleh penegak hukum, bahkan sampai sekarang belum ada satupun yang ditangkap oleh aparat kepolisian.

Permainan dengan membeli angka atau nomor melalui rekap dan sistim online itu, bandarnya bisa meraup keuntungan mencapai puluhan juta rupiah setiap harinya.

Dikatakan bahwa, MSI dan STH merupakan warga Kabupaten  Kampar dan SKK dari Sumut sudah sangat lama menjalankan bisnis haram ini lebih kurang 10 tahun, jelas warga yang minta identitasnya dirahasiakan itu.

Dalam satu hari, “para pengelola Togel itu bisa mendapatkan komisi paling sedikitnya sebesar Rp 30 juta perhari. Tapi, ya itulah, sampai sekarang mereka belum ditangkap juga,” jelas warga itu.

Kapolres Kampar  melalui Kasat Reskrim AKP Bery Juana Putra.S.Ik Ketika dikonfirmasi media ini melalui kontak person, Selasa 23/3/2021 terkesan diabaikan. Konfirmasi melalui WA juga tidak dibalas. Sampai berita ini diturunkan belum ada pihak Polres Kampar yang bisa dikonfirmasi. (Sona/Hlw)

UPDATE CORONA