Rusia Hidupkan Kembali RUU Penegak Hukum Untuk Akses Ke Data Lokasi Warga

oleh -106.489 views

IDUL FITRI

Moskow – Rusia telah menghidupkan kembali rancangan undang-undang (RUU) yang memungkinkan penegak hukum mengakses data lokasi telepon seluler warga tanpa perintah pengadilan.

Itu merupakan sebuah langkah yang dilakukan di tengah protes nasional untuk mendukung kritikus Kremlin, Alexei Navalny.

REALITAS TV

Ribuan pengunjuk rasa telah ditahan selama aksi unjuk rasa pada akhir pekan baru-baru ini dan lebih dari 1.000 orang ditahan di Moskow pada Selasa (2/2/2021) setelah pengadilan menjatuhkan hukuman penjara selama tiga setengah tahun kepada Navalny karena pelanggaran pembebasan bersyarat.

BACA JUGA :   Ajak Warga Terapkan Prokes, Koramil Jawai Turun Ke Desa

Navalny menilai penentuan adanya pelanggaran itu dibuat-buat untuk dapat menyingkirkannya.

RUU tersebut, yang pertama kali diajukan ke parlemen pada 2019 dan sekarang diperbarui oleh kementerian pembangunan digital, akan mempermudah pencarian orang hilang, berdasarkan naskah RUU tersebut.

Kementerian pembangunan digital Rusia belum menanggapi permintaan komentar dari Reuters, yang menanyakan apakah pengembalian RUU itu terkait dengan aksi protes, dan RUU itu sendiri tidak menyebutkannya.

Rancangan undang-undang yang baru itu mencantumkan bahwa persetujuan warga negara atau perintah pengadilan akan diperlukan bagi pihak berwenang.

Untuk mengakses konten pesan atau percakapan tetapi tidak untuk data geolokasi, yang hanya dapat disediakan oleh peralatan operator telekomunikasi itu sendiri.

Pihak kementerian pembangunan digital mengatakan bahwa aturan dalam RUU itu tidak melanggar aturan privasi.

“RUU itu sesuai dengan undang-undang tentang data pribadi karena koordinat geolokasi bukanlah data pribadi,” kata wakil menteri pembangunan digital Oleg Ivanov kepada Reuters.

BACA JUGA :   Polri Temukan Garis dari Sisi Ibu Brimob yang Hilang Saat Tsunami Pada Pasien RSJ Aceh

Namun, kementerian itu belum mendapatkan masukan dari-lembaga-lembaga negara domestik lainnya, padahal langkah itu diperlukan sebelum naskah RUU tersebut dapat dikirim kembali ke Duma Negara, yakni majelis rendah parlemen Rusia.

Jika RUU tersebut disahkan, lembaga penegak hukum akan dengan mudah dapat melacak dengan siapa seseorang bertemu, pada waktu apa dan untuk berapa lama, kata Artem Kozlyuk, kepala Roskomsvoboda, yakni sebuah situs web yang memantau kebebasan internet Rusia. (*)

Sumber:(Ant)

UPDATE CORONA