Myanmar Bersimbah Darah, Demonstran Wanita Ditembak Polisi

oleh -194.489 views
Myanmar
Foto: Demonstran Melawan Militer Myanmar.

IDUL FITRI

Naypyidaw – Seorang wanita yang melakukan demonstrasi tolak kudeta militer di Naypyidaw, Myanmar ditembak oleh militer.

Saat ini, polisi menggunakan peluru karet dan tajam untuk membubarkan aksi demonstrasi.  Polisi dan warga sipil-pun kerap bentrok.

REALITAS TV

Kini, tidak sedikit pengunjukrasa mengalami luka dan beberapa di antaranya harus mendapatkan penanganan medis yang serius,

Tidak hanya wanita yang ditembak pada bagian kepala, ada juga tertembak di dada. Situasi Myanmar masih memanas, warga sipil secara serentak di seluruh negeri melakukan aksi unjukrasa.

BACA JUGA :   Lapas Kelas IIB Garut Berkomitmen Wujudkan ZERO HALINAR

Polisi di ibu kota Naypyidaw menggunakan peluru untuk membubarkan massa, setelah menyemprot mereka menggunakan meriam air. Sejumlah pengunjuk rasa terluka karena terkena hantaman meriam air.

Demonstran perempuan yang ditembak di kepala dilaporkan berusia 20 tahun, dengan pelakunya adalah polisi.

Warga setempat menceritakan, mereka melihat aparat menembak ke atas sebanyak dua kali sebelum menembaki massa memakai peluru karet.

Dokter mengonfirmasi bahwa tembakan itu menggunakan peluru tajam, dan luka yang dihasilkan sangatlah fatal.

Tostevin mengatakan, kecil kemungkinan wanita itu bisa selamat setelah menerima tembakan di bagian kepala.

Sebelumnya pada 1 Februari, militer Myanmar melakukan kudeta dengan menangkap sejumlah pemimpin sipil seperti Aung San Suu Kyi.

BACA JUGA :   Pangdam XII/Tpr Pimpin Sertijab Kapok Sahli dan Kakumdam

Jenderal Senior Min Aung Hlaing selaku pemimpin junta mengeklaim, tindakan mereka dibenarkan buntut pemilu November 2020.

Saat itu, partai yang dipimpin Suu Kyi, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), menang telak dengan meraih 83 persen suara.

Pihak oposisi yang disokong Tatmadaw menuding NLD melakukan kecurangan, dan menjadi alasan militer melakukan intervensi. (*)

Sumber:(Trb)

UPDATE CORONA