YARA Minta Kajari Langsa, Segera Tahan Direktur CV BB Kasus Proyek Telaga Tujuh Pusong Diduga Kerugian Rp.1 M

oleh -243.489 views
Ketua YARA Perwakilan Langsa, H A Muthallib Ibr, SE,.SH,.M.Si,.M.Kn,

IDUL FITRI

Langsa I Realitas – YARA Minta Kajari Langsa, Segera Tahan Direktur CV BB Kasus Proyek Telaga Tujuh Pusong Diduga Kerugian Rp.1 M.

Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Langsa, H A Muthallib Ibr, SE,.SH,.M.Si,.M.Kn, minta pihak Kejaksaan Negeri (Kajari) Langsa segera tahan oknum direktur CV BB.

REALITAS TV

Kalau sudah cukup bukti dan sudah didapatkan keterangan dari dua orang saksi sudah cukup unsur untuk segera di tahan, ujar H Thallib, kepada media Rabu (3/2/2021) di Langsa.

Memùrut hasil konprensi Pers, yang dilakukan oleh pihak Kejari Langsa, Ihwan Nul Hakim,.SH,.MH kita sangat mendukung Kajari, agar segera yang terlibat didalam kasus dugaan korupsi kasus proyek pusong Langsa, Kecamatan Langsa Barat segera di tahan, mengingat orang orang yang terlibat dalam kasus ini segera di tahan, ujar H Thallib mantan Wakil Ketua PWI Aceh.

H Thallib yang juga Advokat menyebutkan, kasus pusong itu, memang sudah lama di ketahui oleh sejumlah Wartawan dan pihak penegak hukum di Langsa, ujarnya.

Kita desak Kejari segera tahan karena sudah cukup unsur dalam kasus ini, dan sudah bisa di tahan, ujar Dosen Fakultas Hukum Unsam.

Apa pun alasan untuk tegak nya hukum di Negeri ini, dan banyak pihak yang terlibat di proyek itu, maka kita minta Kajari tahan segera, dan bisa jadi nanti setelah di tahan oknum yang terlibat akan buka suara uang dugaaan yang mencapai Rp.1 M itu tidak mungkin terlibat oknum direktur perusahaan saja, adanya ikut terlibat pihak lain termasuk konsultan, juga oknum oknum lain, tutup H Thallib.

BACA JUGA :   Penurunan Angka Covid 19 Di Langsa Upaya Ikhtiar Umat

Sebelumnya diberitakan media ini, Selasa (2/2/2021).

Kejari Langsa Pekerja CV BB Proyek Pengaman Pantai Telaga Tujuh Pusong Langsa, Ada Dugaan Tindak Pidana Korupsi Mencapai RP. 1 M.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Langsa menetapkan pekerjaan pengamanan Pantai Telaga Tujuh Pusong, Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa Provinsi Aceh, tahun anggaran 2019 yang dikerjakan oleh CV. BB sebagai kasus dugaan tindak pidana korupsi dengan kerugian negara sekira Rp1 milyar.

Ini merupakan proyek Dinas Pengairan Provinsi Aceh tahun 2019 dari Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) untuk kegiatan pekerjaan pengamanan Pantai Telaga Tujoh Langsa, Pemko Langsa nilai pagu sebesar Rp4,850 M, ujar Kajari Langsa, Ikhwan Nul Hakim, SH, MH didampingi Kasi Intel Kejaksaan Negeri Langsa, Syahril SH, MH dan Kasipidsus M. Fahmi, SH, MH, kepada Wartawan Selasa (2/2/2021).

Lebih lanjut dikatakan oleh Kejari Langsa tetapkan penyidikan kasus ini berawal dari laporan masyarakat dalam pekerjaan pengamanan Pantai Telaga Tujoh Langsa, Langs Barat dikerjakan oleh CV. BB dengan nilai kontrak sebesar Rp3.446.363.000,00.

BACA JUGA :   Korban PHK Sepihak BRI Cabang Medan Mengadu ke PPWI

Dikatakan nya oleh Kajari, bahwa pada 8 Agustus 2019 dilaksanakan penandatangan kontrak antara Kuasa Pengguna Anggaran UPTD Pengelola Irigasi Wilayah III Dinas Pengairan berinisial SF dan Direktrur CV. BB yakni berinisial M, dengan nomor Kontrak Kerja: KU.602/A-UPTD PI WIL 111/229/2019 tanggal 08 Agustus 2019, ujar nya.

Surat Mulainya Perintah Kerja (SPMK) tertanggal 08 Agustus 2019 dan berakhirnya kontrak pada tanggal 25 Desember 2019 yaitu selama 140 hari kerja dengan konsultan pengawas adalah CV. CC, sebut Kejari.

Selanjutnya, pekerjaan tidak selesai dikerjakan pada 25 Desember 2019 akan tetapi pihak KPA dan rekanan membuat Berita Acara Hasil Pemeriksaan Pekerjaan seakan-akan pekerjaan telah selesai dikerjakan dengan Nomor : 1005/BA.HP/UPTD.PI.WIL-111/2019 pada 19 Desember 2019, ujar nya lagi.

Kemudian dibuatkan PHO (Provisional Hand Over) pada 20 Desember 2019 dengan nomor : 602-A/BAST-PHO UPTD.PI.WIL-111/1010/2019 dan FHO (Final Hand Over) pada 15 Juni 2020 dengan Nomor : 602-A/BAST-FHO UPTD.PL.WIL-111/222/2020 tanggal 15 Juni 2020 serta Berita nomor Acara Hasil Pemeliharaan Pekerjaan dengan 216/BA. HP/UPTD.PL.WIL-111/2020 tanggal 15 Juni 2020.

Dikatakan nya berdasarkan perhitungan Ahli Teknik Universitas Sumatera Utara yang telah melakukan perhitungan volume pekerjaan pada Pekerjaan Pengamanan Pantai Telaga Tujoh Pusong Kota Langsa TA. 2019 didapat hasil pemeriksaan pekerjaan galian pasir setempat dengan pompa sedot memiliki nilai bobot sebesar 32,24% dengan selisih pekerjaan yang tidak terdapat di lapangan sebesar 28,53%.

BACA JUGA :   Terkait Ucapan Bupati Bogor yang Dimaksud Bodrek ini Penjelasannya

Hasil pemeriksaan pekerjaan pemasangan Geosand Bag memiliki nilai bobot sebesar 3,97% dengan selisih bobot pekerjaan sebesar 2,68%. Hasil pemeriksaan pekerjaan pengadaan dan pemasangan Geosand Bag memiliki nilai bobot sebesar 19,47% dengan selisih bobot pekerjaan sebesar 0,51%.

Bobot total hasil pemeriksaan adalah senilai 68,3% sehingga selisih bobot total pekerjaan adalah 31,70%. Sehingga kekurangan volume pekerjaan pada pekerjaan pengamanan Pantai Telaga Tujoh Pusong Kota Langsa adalah sebesar 31,70%,” sebutnya.

Diperkirakan kerugian keuangan negara dalam kasus dugaan tindakan pidana korupsi sebesar Rp1 Milyar atau 30% dari pagu anggaran.

Kita tetap menunggu audit BPK RI, selama ini kita sudah melakukan komunikasi atas kasus tersebut dan segera akan melakukan koordinasi kembali, sebutnya.

Insya Allah, dalam waktu dekat ini, Penyidik Kejaksaan Negeri Langsa akan memanggil dan melakukan pemeriksaan terhadap rekanan, konsultan, dinas dan pihak terkait lainnya, yang berkaitan dengan pekerjaan dimaksud,” imbuh Ikhwan Nul Hakim menegaskan bahwa Kejari Langsa tetapkan penyidikan kasus ini, tutup Ikhwan Nul Hakim,.SH,.MH. (*)

UPDATE CORONA

Tentang Penulis: Editor Rahmad Wahyudi

Gambar Gravatar
Rahmad Wahyudi Adalah Wartawan di Media Realitas