Dana BOS SMPN 1 IDi Aceh Timur Dicurigai Asal Tulis

oleh -232.489 views

IDUL FITRI

Aceh Timur I Realitas – Dana BOS SMPN 1 IDi Aceh Timur Dicurigai Asal Tulis.

SMP Negeri 1 IDI Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, pada tahun ajaran 2020 diketahui mendapatkan anggaran Rp. 1.077.120.000 dengan bentuk Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari kementerian Pendidikan atau APBN. dengan besaran itu, pihak sekolah menerima dengan tiga tahap.

REALITAS TV

Tahap pertama Rp.321.750.000, tahap ke dua Rp. 429.000.000, tahap ke tiga Rp. 326.370.000.

Anggaran tersebut digunakan untuk menunjang kegiatan sekolah, baik dari kegiatan penerimaan murid baru juga berbagai kegiatan siswa-siswi, serta dalam penanganan sarana dan prasana sekolah, juga pembiayaan lainya.

Seperti kita ketahui, tahun 2020 adalah tahun musibah global yang hampir melumpuhkan sektor perekonomian negara.

Berbagai kegiatan pun dialihkan dengan berbagai cara, tidak lain adalah dalam upaya untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona 2019 yang melanda dunia termasuk Indonesia.

Tidak ketinggalan pula, kegiatan dilingkungan sekolahpun di alihkan belajar di rumah yakni secara daring atau online.

Dan hampir satu tahun penuh sistem belajar online dilakukan secara nasional, dan tidak memperbolehkan adanya aktifitas siswa-siswi di sekolah, walaupun belajar secara online, oleh pengucuran dana BOS tetap berjalan.

BACA JUGA :   Suak Pandan Serah Bantuan Langsung Tunai Bulan ke-V

Namun kabar miring yang dialamatkan pada SMP Negeri 1 IDi Aceh Timur, yang disebut dibawah komando Hamidah Rokayana sebagai kepala sekolah ini, pasalnya, banyak kejanggalan yang terjadi di SMPN 1 IDi Aceh Timur , khususnya dalam alokasi dana BOS yang terindikasi kegiatan yang dibuat-buat dan rawan fiktif.

Diketahui, Kegiatan ekstrakurikuler atau sering juga disebut dengan ”ekskul” di sekolah merupakan kegiatan tambahan di luar jam sekolah yang diharapkan dapat membantu membentuk karakter peserta didik sesuai dengan minat dan bakat masing-masing. m

Pencantuman akan kegiatan ini sangat aneh dan memakan biaya hingga ratusan juta rupiah.

“Murid hampir satu tahun lebih belajar di rumah secara daring, karena tidak bisa tatap muka dan menghindari kerumunan, jangkan ekskul, belajar dibkelas saja tidak boleh, tapi biaya ekskul ini cukup besar hingga ratusan juta.

Apa kegaiatan yang dilaksanakan murid dengan guru, sementara para murid di rumah saja” ujar sumber media ini.

Sumber media ini menambahkan, ini sama saja kegiatan fiktif demi mengalihkan anggaran BOS jadi milik pribadi, coba tanya pihak sekolah, dan minta data kegiatan ekskul tersebut, dan cocokan dengan program pemerintah yang sistem belajar secara daring.

BACA JUGA :   Kebocoran Data 279 Juta WNI, Polri Segera Sita Server BPJS Kesehatan

Hasil investigasi tim Media Ralitas, pihak SMPN 1 IDi Aceh Timur tahun 2020, mengeluarkan anggaran dana BOS pada tahap satu Yang diterima sebesar Rp. 321.750.000, dana itu untuk kegaiatan pengembangan perpustakaan Rp. 1.160.000.

Kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler Rp. 39.026.000. kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran Rp. 4.834.000, administrasi kegiatan sekolah Rp. 44.289.200.

Langganan daya dan jasa Rp. 21.796.800.proyek dalam Pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah Rp. 164.294.000, program penyediaan alat multi media pembelajaran Rp. 5.625.000, pembayaran honor Rp. 40.725.000.

Dana tahap dua kata sumber, pihak sekolah mendapat transferan dana BOS Rp.429.000.000. dipakai untuk biaya penerimaan Peserta Didik baru Rp.11.460.000, program pengembangan perpustakaan Rp.63.772.475.

Kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler Rp.79.425.000, kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran Rp.17.987.400, administrasi kegiatan sekolah Rp.78.379.600, langganan daya dan jasa Rp.42.375.000, proyek pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah Rp.65.425.525. penyediaan alat multi media pembelajaran Rp. 8.650.000 dan pembayaran honor Rp. 61.525.000.

Sementara dalam tahap tiga SMPN 1 IDI menerima transferan dana BOS APBN Rp. 326.370.000 untuk pembiayaan program pengembangan perpustakaan Rp. 27.101.900,embayar kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler Rp. 64.643.000, kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran Rp. 30.069.400, administrasi kegiatan sekolah Rp. 84.588.000, langganan daya dan jasa Rp. 15.043.700, kegiatan dalam pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah Rp. 60.449.000, penyediaan alat multi media pembelajaran Rp. 5.375.000, pembayaran honor Rp. 39.100.000.

BACA JUGA :   Satlantas Polresta Palangka Raya Sambangi Masyarakat Sosialisasikan Saber Pungli

Sumber mengatakan, angka yang muncul dalam kegiatan tersebut sangat diduga kental asal tulis dan tidak sesuai dengan realita dilapangan, pihak sekolah berusaha menghabiskan anggaran yang ada, dan memang habis, beda dengan sekolah-sekolah yang banyak yang sisa anggaran.

karena sistem belajar dan kegiatan lainya tidak bisa berjalan maksimal, karena dalam pendemi covid-19, sehingga apa yang dilaksanakan diduga keras  tidak sesuai fakta dilapangan, data-data ini baiknya di angkat ke pihak penegak hukum, agar dilakukan penyelidikan lebih dalam, nyakin pasti terungkap dugaan praktek korupsi dalam penyerapan dana BOS tersebut.

Saat di konfermasi media ini, Senin (8/2/2021) Hamidah Rokayana, Kepala Sekolah SMP N 1 IDi, membahtah tudingan tersebut dan dia menganggap bahwa ekstrakulikuler itu penting dan iya juga menjelaskan, dan menceritakan bahwa selama ini SMP N 1 Idi Rayeuk banyak mengukir prestasi seperti  lomba gerak tari anak-anak kami juara di tingkat nasional, ujarnya (Zulham)

UPDATE CORONA

Tentang Penulis: Editor Rahmad Wahyudi

Gambar Gravatar
Rahmad Wahyudi Adalah Wartawan di Media Realitas