Rektor IAIN Palu Minta Warga Tidak Lagi Memberi Bantuan Makanan Ke Kelompok MIT

oleh -72.489 views

IDUL FITRI

SIGI I Realitas – Rektor IAIN Palu Minta Warga Tidak Lagi Memberi Bantuan Makanan Ke Kelompok MIT.

Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Prof Sagaf S Pettalongi meminta semua pihak di Indonesia secara khusus Sulawesi Tengah (Sulteng).

Untuk tidak memberikan ruang kepada kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) menyusul pembunuhan sadis satu keluarga di Sigi. Sagaf juga meminta warga tidak lagi memberi bantuan makanan ke kelompok MIT.

“Semua komponen yang ada di Indonesia secara umum, terkhusus untuk Sulawesi Tengah, mulai dari pemerintah, TNI dan Polri, umat beragama, tokoh agama, organisasi keagamaan, dan masyarakat, harus bersatu padu melawan gerakan radikalisme dan terorisme oleh MIT,” ujar Sagaf di kota Palu, Senin (30/11/2020).

Sagaf mengatakan kekerasan berupa pembunuhan satu keluarga yang dilakukan oleh kelompok MIT di Kabupaten Sigi, merupakan tindakan biadab, tidak berkeprimanusiaan. Menurutnya aksi tersebut tidak dapat dibenarkan.

BACA JUGA :   Kapolsek Medan Helvetia Hadiri Apel Deklarasi Wilayah Bebas dari Korupsi di Rutan Kls I Medan

Dia menambahkan, pembunuhan empat warga Desa Lembantongoa merupakan tindakan yang bertentangan dengan agama apapun. “Tidak ada agama yang menganjurkan pemeluknya untuk membunuh orang lain, yang tidak sekeyakinan, sependapat,” tegasnya.

Atas sejumlah aksi kekerasan yang telah dilakukan oleh kelompok MIT, Sagaf mengajak semua pihak agar tidak membantu kelompok MIT dengan tidak memberikan kelompok MIT bantuan makanan, informasi, dan sebagainya.

Selain itu, Sagaf juga mengemukakan bahwa langkah deradikalisasi sebagai bentuk pencegahan tumbuh dan berkembangnya paham radikalisme dan terorisme perlu digencarkan oleh pemerintah dan tokoh agama, serta ormas keagamaan di Sulteng.

Upaya memutus mata rantai penyebaran paham radikalisme dan terorisme ini sangat penting dilakukan. Sagaf juga mengajak kepada semua pihak untuk mendukung penuh pihak TNI-Polri dalam upaya memberantas terorisme di Indonesia dan di Sulteng.

BACA JUGA :   Bersama Menteri Pariwisata, Kapolri Bahas Penguatan 5 Destinasi Super Prioritas

“Kita harus dukung Polri dan TNI, dalam memberantas terorisme dan radikalisme, salah satunya dengan tidak membocorkan langkah strategis pihak TNI dan Polri, kepada kelompok MIT,” ujarnya.

Berkaitan dengan itu, Satuan Tugas TNI-Polri Operasi Tinombala terus memburu terduga pelaku kekerasan di Kabupaten Sigi yang diduga dilakukan oleh kelompok sipil bersenjata Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso, pimpinan Ali Kalora.

“Sekarang sedang kami pelajari dengan pengintaian kemudian lewat lain sebagainya. Kami berusaha terus mengejar mereka,” kata Komandan Korem 132/Tadulako, Brigadir Jenderal TNI Farid Makruf.

Ia mengatakan personel TNI yang terlibat dalam Satgas Tinombala dilengkapi pasukan mengejar, intel, dan pasukan Satgas teritorial.

“Tugas kami adalah memperkuat pasukan Tinombala yang saat ini dipimpin oleh Bapak Kapolda dan saya sebagai wakilnya dan sejauh ini menurut saya sinergitas TNI-Polri sangat efektif sehingga membuat kelompok MIT Poso terdesak sehingga mereka merasa terancam dan melakukan jalur yang lain,” tuturnya.

BACA JUGA :   Bupati Instruksikan Pendamping PKH Bantu Peningkatan Ekonomi Terdampak Covid-19 di Batu Bara

Ia pun mengimbau kepada semua pihak dan masyarakat untuk bisa bekerja sama agar perburuan terhadap kelompok sipil bersenjata MIT Poso bisa segara berakhir dan masyarakat bisa beraktivitas dengan tenang.

“Saya mengimbau, tolonglah masyarakat jangan lagi membantu mereka dengan menyiapkan bahan makanan, menyiapkan informasi dimana keberadaan pasukan TNI-Polri yang mengejar mereka,” imbau Brigjen Farid.

“Itu (beri informasi) setop sudah, karena bisa dilihat bagaimana kekejaman MIT itu melakukan tindakan kekerasan, membunuh, membakar orang, merampok dan membakar rumah, itu sangat keterlaluan,” tegasnya. (Dtc)

UPDATE CORONA