Media Bungkam “Ruangan Operasi Dan Insenerator RSUD Sahudin Kutacane Rp 8,9 Miliar Diduga Berpotensi Korupsi

oleh -403.759 views

Kutacane I Realitas – Media Bungkam “Ruangan Operasi Dan Insenerator RSUD Sahudin Kutacane Rp 8,9 Miliar Diduga Berpotensi Korupsi.

lembaga pengembangan potensi intelektual muda (Lp2im) Kabupaten Aceh Tenggara meminta kepada Direktorat kriminal khusus (Ditreskrimsus) Polda Aceh untuk melakukan penyelidikan (Lidik) terkait proyek pembangunan ruangan operasi dan Insenerator di rumah sakit umum daerah (RSUD) Sahudin Kutacane pada tahun 2019 lalu yang menelan anggaran Rp 8,9 miliar yang bersumber dana alokasi khusus (DAK).

Hal itu yang senada disebutkan oleh Ketua lsm Lp2im Agara.M.Sopian Desky SH kepada media realitas pada Kamis (05/11/2020) di kediamannya Desa Mbarung, proyek fisik pembangunan ruangan operasi dan Insenerator di RSUD Sahudin Kutacane pada tahun 2019 lalu perlu di Lidik oleh Ditreskrimsus Polda Aceh, mengingat anggaran sangat besar,” diduga kuat berpotensi korupsi.

BACA JUGA :  LSM KANA Soroti Ketimpangan Anggaran di Disdikbud Aceh Timur: PPPK Paruh Waktu Digaji Rp 200 Ribu Anggaran Outsourcing Miliaran

Insenerator/Incinerator merupakan suatu alat pembakar sampah yang di operasikan dengan menggunakan teknologi pembakaran pada suhu tertentu, sehingga sampah dapat terbakar habis.

Saya berharap kepada Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Wahyu Widada, M. Phil, melalui Ditreskrimsus untuk terus melakukan pendalaman dan penyelidikan proyek dugaan korupsi pembangunan ruangan operasi dan Insenerator di RSUD Sahudin Kutacane total mencapai Rp 8,9 miliar,.

BACA JUGA :  Pengeboran Minyak Ilegal Marak di Aceh Timur LSM KANA: Siapa yang Melegalkan

“Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sangat tertutup dan mengelak apabila dilakukan konfirmasi langsung atau via seluler masalah proyek tersebut, kami minta kepada Ditreskrimsus Polda Aceh, jangan bermain dalam permainan dan juga jangan bungkam kata Sopian.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Ruangan Operasi dan Insenerator di RSUD Sahudin Kutacane. Budi Afrizal SKM MKes saat dikonfirmasi media realitas beberapa waktu lalu via WhatsApp, namun sampai berita ini dilansir, belum bisa memberikan keterangan. (Sumardi)