Antisipasi Covid-19, Siswa Dan Guru SMA Ikuti Pembekalan Pelatihan Kesehatan

oleh -315.579 views
oleh
Teks foto : Tampak peserta pelatihan kader kesehatan sekolah saat mengikuti pembekalan di ruangan Laboratorium SMAN 4 Langsa, Rabu - (04/11/2020).

Langsa | Realitas – Antisipasi covid-19, siswa dan guru SMA ikuti pembekalan pelatihan kesehatan.

Untuk memutuskan mata rantai penularan dan pencegahan Covid 19 pihak Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 4 Langsa mengelar pelatihan kader kesehatan sekolah yang berlangsung di ruang Laboratorium sekolah setempat, Rabu (04/11/2020).

“Ada sekitar 24 peserta yang hadir untuk kalangan guru dan pelajar yang mengikuti pelatihan kader kesehatan sekolah,” kata Kepala SMAN 4 Langsa, Salamuddin Usman MPd.

Adapun peserta pelatihan yang mengikuti pembekalan yakni dari 24 peserta yang diwakili oleh SMAN 3 Langsa, SMAN 5 Langsa, SMAS Muhammadiyah Langsa, SMAS Unggul Cut Nyak Dhien Langsa, MAN 1 Langsa, dan MAN 2 Langsa.

BACA JUGA :   YARA Langsa Minta Semua Pihak Baik Wartawan, LSM, Jaksa Dan Masyarakat Awasi Dana Pengadaan Alat-Alat Untuk Anak SD Yang Mencapai Rp.1.175.000.000.00.

Lanjutnya, masing-masing Sekolah mengirimkan tiga orang yang terdiri satu guru pembina UKS dan dua siswa. Sedangkan untuk unsur Sekolah asal SMAN 4 Langsa ada enam orang, satu orang guru pembina UKS dan lima siswa.

“Adapun sumber pendanaan pelaksanaan dari Kemendikbud dan program ini kerjasama SMAN 4 Langsa,” imbuhnya.

Sambungnya untuk pemateri dalam pelatihan kesehatan tersebut menghadirkan pihak Kepala Puskesmas Langsa Barat, Ayu Artalinta SKM M.Kes dan pihak Dinas Kesehatan Kota Langsa, Budi Darmawan.

Kendati demikian, tujuan pelaksanaan pelatihan kesehatan ini dalam peningkatan mutu pendidikan karakter melalui kegiatan ekstrakurikuler yaitu kiat-kiat membangun usaha kesehatan sekolah dengan beberapa rangkaian kegiatan.

BACA JUGA :   Tiga Ekor Sapi Kurban Untuk Wartawan Kota Langsa

Seminar ini juga membahas tentang pencegahan pengakit menular pada remaja yang meliputi pelatihan kader kesehatan sekolah, workshop pemulihan mental siswa pasca traumatik serta pelatihan pengelohan sampah organik dan non organik.

“Kegiatan pelatihan kader kesehatan ini sebagai upaya melahirkan sumber daya siswa yang akan menjadi motor penggerak tentang kesehatan di sekolahnya meskipun dalam kondsi pendemi ini upaya-upaya membangun kesehatan sekolah menjadi sangat penting dalam percepatan penangan Covid-19 dan tetap mengedepankan protokol kesehatan,” demikian Salamuddin. (Rapian)