Rekam Wanita sedang Mandi, Petugas Kebersihan di Mal Surabaya Dijemput Polisi

oleh -127.489 views

IDUL FITRI

SURABAYA I Realitas Rekam Wanita sedang Mandi, Petugas Kebersihan di Mal Surabaya Dijemput Polisi.

Seorang petugas kebersihan di sebuah mal kawasan Surabaya Utara, Jawa Timur ditangkap anggota Reskrim Polsek Bubutan. Pelaku bernama Bayu Aji Saktiawan (23) ini ditangkap karena merekam wanita yang sedang ganti baju.

REALITAS TV

Kanit Reskrim Polsek Bubutan AKP Oloan Manullang mengatakan, pelaku tercatat sebagai warga Jalan Tembok Lor Surabaya. Dia diduga merekam korban saat sedang mandi di salah satu tempat fitnes atau klub kebugaran di mall tempat pelaku bekerja.

BACA JUGA :   Polda Metro Jaya Akan Dirikan Kampung Tangguh Jaya di Jakarta Barat

Aksi bejat Bayu terungkap setelah koban berinisial IY (32) melapor ke polisi. Warga Jalan Karang Asem Surabaya ini dipaksa untuk berhubungan badan dengan pelaku.

“Korban melapor ke SPKT Polsek Bubutan setelah mendapat chat dari pelaku via Instagram,” kata Oloan, Kamis (1/10/2020).

Oloan menambahkan, saat itu korban dikirimi foto alat kelamin pelaku. Pelaku juga mengirim video saat korban mandi di klub kebugaran tersebut.

BACA JUGA :   Kabid Humas Polda Banten Jangan Terhasut Ajakan Mudik

“Tak hanya itu, pelaku juga menulis kata-kata ancaman yang berupa permintaan berhubungan badan dengan korban sebagai syarat agar video dan foto korban sedang mandi bisa dihapus,” katanya.

Oloan melanjutkan, berbekal laporan dari korban itu, polisi akhirnya menangkap pelaku. Dari hasil pemeriksaan, pelaku beraksi ketika korban sudah selesai fitnes dan akan mandi.

“Melihat gerak-gerik korban mandi dan berganti baju di kamar mandi, pelaku menyusul dan menyiapkan kamera ponselnya lewat sela-sela AC di kamar mandi,” katanya.

BACA JUGA :   Anggota DPRD Tk. II Medan, Tampung Aspirasi Dan Keluhan Masyarkat

Di hadapan polisi, pelaku Bayu mengaku iseng merekam korban saat mandi untuk koleksi pribadi.

“Dari pengakuannya, dia memiliki ketertarikan dengan wanita yang lebih dewasa darinya,” kata dia.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku bakal dijerat dengan Pasal 27 ayat I Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman hukuman pidana enam tahun penjara.(Dtc/Red)

UPDATE CORONA