Kisruh PT. PKLE Vs PT. PEKOLA LSM LASKAR Angkat Bicara : SATPOL PP Kota Langsa Jangan Mengancam Kalau Berani Silakan Eksekusi

oleh -194.489 views
Ketua Umum (LASKAR),Teuku Indra Yoesdiansyah,SKM,SH

IDUL FITRI

Langsa I Realitas – Kisruh PT. PKLE Vs PT. PEKOLA LSM LASKAR Angkat Bicara : SATPOL PP Kota Langsa Jangan Mengancam Kalau Berani Silakan Eksekusi.

Satpol PP Kota Langsa Jangan Suka “Gertak Sambal Juga tidak boleh mengancam, Negara kita ini Negara Hukum kalau tidak bisa kita selesaikan musyawarah mari kita tempuh jalur Hukum.

BACA JUGA :   Optimistis Jadikan Pandemi Lompatan Kemajuan Bangsa

Ketua Umum LSM Lembaga Advokasi Sosial Kemasyarakatan Aceh Raya (LASKAR), Teuku Indra Yoesdiansyah,SKM,.SH mengatakan jika Satpol PP Kota Langsa sudah beberapa kali mengancam dengan cara mengirimkan suratnya ke Hutan Manggrove.

BACA JUGA :   Kapolda Jateng : Pastikan Perketat Protokol Kesehatan Saat Libur Panjang

UPDATE CORONA

Kepada kliennya PT.Pelabuhan Kuala Langsa Energi (PKLE) dan membawa personilnya beberapa orang yang seakan-akan mau memberikan shock therapy, dengan cara mengancam, ujar Ketua LSM LASKAR, Teuku Indra Yoesdiansyah, S.KM,.SH kepada sejumlah awak media pada acara Konfrensi Pers di Kuala Langsa, Jumat (16/10/2020) sore.

Ketum LSM LASKAR Aceh, lebih lanjut mengatakan bahwa dirinya bersama seluruh team kuasa Hukum PKLE sudah berada di Kota Langsa menunggu ancaman eksekusi hutan mangrove tersebut dari pengelolaan kliennya PT. PKLE.

“Kami team kuasa hukum PT.PKLE sudah di sini (Kota Langsa), kapan Satpol PP Kota Langsa berani eksekusi klien kami itu, jangan kebanyakkan kirem surat dengan kata-kata ancaman jika klien kami akan di gusur paksalah, coba lakukan terus eksekusinya jika berani melawan hukum.

Jangan banyak kirem surat aja nggak habis-habisnya dengan bahasa ancaman “akan melakukan Pengosongan area tersebut secara paksa” akan tetapi sampai saat ini tidak berani melakukannya, ujar Popon yang juga anak T M Yusuf mantan Ketua PWI Sabang.

T indra yang juga anak T M Yusuf tokoh Pers di Aceh ini, menantang setiap kekerasaran baik kekerasan terhadap masyarakat kecil, pejabat, Wartawan dan siapa pun yang diancam oleh penguasa siap menghadapi nya di garis depan, ujarnya.

T Indra ini memang sudah watak nya melawan setiap kejahatan atau kezaliman ini sudah sejak kecil dirinya memang sukak melawan kau dizalimi oleh apalagi yang dizalimi kawan kawan nya dia tetap di garis depan, kata T M Yusuf tokoh Pers ini pada suatu ketika kepada Media Realitas di Kantor PWI Aceh.

Pada saat Konfrensi di tepi laut kemarin T Indra menantang pihak yang lakukan ancaman “gertak sambal” aja dikarenakan Satpol PP Kota Langsa menyadari jika dirinya ibarat “mereka seorang cowboy yang tidak memiliki kuda dan senjata” terhadap permasalahan ini alias bukan tupoksi kerja dan wewenang Satpol PP, ujar nya lagi.

Ketum LSM LASKAR juga meminta kepada Walikota Langsa yang telah menyuruh Satpol PP agar lebih banyak lagi mempelajari atau belajar secara hukum permasalahan itu dikarenakan masalah ini menjadi “pembelajaran hukum yang buruk untuk masyarakat dan regenarasi Aceh khususnya di Kota Langsa” sebut T Indra.

Masih menurut T Indra Yoesdiansyah,SKM,SH apabila Walikota Langsa melalui Satpol PP seakan terlalu memaksakan “nafsunya” untuk menggusur secara paksa klien kami PT. PKLE dan jika itu terjadi maka kami kuasa hukumnya akan melaporkan Walikota Kota Langsa bersama Satpol PP ke Polda Aceh.

Dikarenakan Walikota Kota Langsa melalui Dinas Satpol PPnya tidak berhak mengeksekusi klien kami dari hutan mangrove yang dikelolanya selama ini berdasarkan surat perjanjian yang telah disepakati bersama dan memiliki kekuatan hukum yang sama.

Ini masalah Perdata dan klien kami telah memasukkan gugatannya mengenai dugaan telah dilakukannya wan prestasi oleh PT. Pelabuhan Kota Langsa (PEKOLA) terhadap PT. PKLE ke Pengadilan Negeri (PN) Langsa, ujar T Indra.

Seharus nya masalah ibi harus diselesaikan permasalahan ini secara musyawarah dan mufakat oleh mitra kerjanya yaitu PT. PEKOLA tidak kunjung tiba dan mengenai gugatan kami di PTUN terhadap proses lelang pengelolaan hutan Manggrove masih terus bergulir sampai saat ini, ujar Putra T M Yusuf tokoh Kota Sabang.

Ketua Umum LASKAR T Indra meminta kepada Walikota Langsa dan Dinas Satpol PPnya untuk jangan terlalu “lebay dan over acting” dengan surat-surat yang dikiremkan ke klien kami PT. PKLE.

Negara kita ini Negara Hukum mari kita masing masing tempuh jalur Hukum, bukan menempuh jalur preman atau jalur kekuasaan tutup T Indra. (*)