Ibu Hamil 9 Bulan Tewas Terjatuh Karena Panik Saat Gempa M 5,3 di Mamuju

oleh -64.489 views

IDUL FITRI

IDUL FITRI

Mamuju I Realitas –  Ibu Hamil 9 Bulan Tewas Terjatuh Karena Panik Saat Gempa M 5,3 di Mamuju.

Seorang wanita yang tengah hamil 9 bulan Riska (26) meninggal dunia akibat gempa berkekuatan magnitudo (M) 5,3 yang mengguncang Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat pada dini hari tadi. Riska terjatuh karena panik saat gempa.

“Waktu gempa dia (Riska) teriak, pas sampai depan pintu, lampu mati. Dia keluar, setelah itu tergeletak karena di luar masih gelap,” kata suami Riska, Budirmanto saat ditemui wartawan di rumah duka di Mamuju, Sulbar, Rabu (28/10/2020).

Menurut Budirmanto, Riska berusaha keluar rumah saat gempa terjadi karena khawatir ada gempa susulan terjadi. Namun saat berupaya membuka kunci pintu dapur rumahnya.

Lampu tiba-tiba padam sehingga Riska kesulitan melihat lantaran kondisi masih gelap gulita. Karena panik, korban memaksa keluar dari rumah, membuatnya terjatuh hingga mengalami pendarahan hebat.

Oleh warga, korban sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan, namun nyawanya tidak tertolong. Pun demikian dengan bayi dalam kandungannya.

“Sempat teriak minta tolong, orang langsung berkumpul. Sempat dibawa ke rumah sakit karena jatuh,” terang Budirmanto, sambil menggendong salah satu anaknya yang masih berusia belia.

Sebelumnya diberitakan, gempa dengan magnitudo (M) 5,3 terjadi di Kabupaten Mamuju Tengah, Sulbar. Sejumlah rumah rusak akibat gempa itu.

Dilansir Antara, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menerima laporan mengenai kerusakan beberapa rumah warga di Desa Kampung Baru, Los Pasar, Mamuju Tengah.

Akibat gempa tersebut, yang episenternya berada di darat pada kedalaman 10 km di 24 km arah barat daya Kabupaten Mamuju Tengah. Gempa terjadi pada Rabu (28/10) pukul 02.43 WIB.

BACA JUGA :   Perhatian Kepada Anak Perbatasan, Satgas Yonif Raider 100/PS Pos Yamara Berikan Pelajaran Tambahan Diluar Jam Sekolah

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan bahwa gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang terjadi akibat aktivitas Sesar Naik Mamuju (Mamuju Thrust).

Sesar Naik Mamuju merupakan sumber gempa potensial yang patut diwaspadai di Mamuju karena memiliki magnitudo tertarget 7,0 dengan laju geser 0,2 mm per tahun. (Dtc)