Stock Beras Di Bulog Meulaboh 650 Ton, Cukup Ramadhan Dan Covid-19

oleh -13.201 views
Kepala Buloh Meulaboh Hafizsyah di dampingi kepala Gudang Polantengah Sembiring saat memperlihatkan beras dalam gudang Meulaboh Aceh Barat, Selasa (7/4).(Mediarealitas/Nuna Katijah)

IDUL FITRI

Aceh Barat I Realitas – Stock beras Bulog Meulaboh Kabupaten Aceh Barat 650 ton beras untuk Bulan Ramadhan dan Covid-19 untuk beras berkualitas seperti medium dan premium.

Beras tersebut di gunakan stabilisasi harga guna menanggulangi bencana alam maupun non alam seperti covi-19.

Karena saat ini masih panen raya, jadi gejolak harga tidak terjadi, sementara untuk penanggulangan bencana seperti covid 19 itu sudah ada surat edaran dari kementrian sosial, bahwa setiap daerah boleh menggunakan beras bulog 100 ton, di setiap kabupaten/kota jadi kalau memang itu kurang ada pagu dari pemerintah provinsi, yaitu pagu dari gubernur bisa mencapai 200 ton per tahun.

Apabila kurang juga akan kita minta kementerian sosial, “jelas Kepala Bulog Hafizhsyah Kepada mediarealitas.com Selasa (07/04/2020).

Kepala Bulog Hafizsyah menambahkan, sangat siap kapan saja diperlukan untuk menanggulangi bencana covid-19.

Dalam waktu dekat ini kita juga akan mendapatkan tambahan 200 ton beras, yang akan digunakan untuk barat Selatan di 4 Kabupaten, yakni Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya dan Simeulu.

sedangkan untuk bulan ramadhan kepala bulog menjelaskan, kalau untuk ramadhan itu stabilisasi khusus, mengenai harga itu ada perbedaan, bahwa beras tidak ada gejolak harga karena di pasar juga masih mencukupi kecuali stocknya nanti kalau ada permintaan dari dinsos maupun pemda yang akan digunakan covi-19.

Kalau dulu tambah Hafizsyah, ada program BMT dan dan program sembako itu kita sudah bekerja sama dengan dinas terkait, PK e-warung sebagai penyalur dan perindustrian kepada masyarakat.

Karena beras tersebut semua dari bulog, tapi berasa tersebut beda kualitasnya seperti beras premium sedangkan untuk bencana ini beras dari medium kebanyakan digunakan, jadi beras tersebut sangat berbeda harganya, kalau premium itu bulog secara komersial.

Kalau premium harganya sekitar Rp.105 ribu dan Rp. 107ribu Yang untuk sembako itu yang kita distribusikan ke seluruh wilayah seperti ibaratnya subsidi silan.

kalau premium 11 ribu untuk e-warung karena 11 ribu itu harga bulog sedangkan harga bagi penyalur ewarung itu harganya di tetapkan oleh mereka, karena ada KPM penyalur yang melakukan penyaluran ke masyarakat.

Jadi di Nagan Raya itu ada sekitar 80 titik, sedangkan harga medium berkisar Rp.8.600 perkilo, di gudang kita bayar yang dimuat, namun sampai saat ini tidak ada kendala tentang stok beras tersebut, “tutup Kepala Bulog Meulaboh Hafizsyah. (Nuna Katijah)