Ketua DPD KIBAR ACEH Muslim,SE : Polisi Harus Periksa dr RA Cukup Bukti Segera Tahan

oleh -56.201 views
Ketua DPD KIBAR ACEH Muslim,SE

IDUL FITRI

Langsa I Realitas – Ketua DPD KIBAR ACEH Muslim,SE Polisi Harus Periksa dr RA Cukup Bukti Segera Tahan.

Ketua DPD KIBAR Aceh (Koalisi Bersama Rakyat) Muslim,SE (Cut Lem) meminta pihak Kepolisian Polres Langsa agar segera memeriksa oknum dr RA yang diduga kelalaian mengakibatksn orang lain meninnggal dunia.

Ini malpraktek dan murni padana akibat perbuatan nya sehingga orang lain meninggal dunia, ujar Muslem alias Cutlem kepada Media Realitas.com Minggu (29/03/2020) di Langsa.

Cutlem lebih lanjut mengingatkan kepada semua pihak agar awasi kasus ini sampai ke meja hijau, dugaan kita bukan hanya ini saja korban nya, ujar nya.

Kasus meninggalnya SH (26) tahun ibu muda warga lengkong kecamatan Langsa Baro, Pemko Langsa Peovinsi Aceh, diduga terjadi malpraktek oleh dr RA yang membuka praktek di Jalan Teuku Umar Pemko Langsa, ujar Cutlem.

Kita juga minta kepada pihak keluarga jangan mau damai itu pidana, bukan main main dengan nyawa orang lain. Kalau pun damai kasus pidana juga tidak bisa dihilangkan, maka kita minta semua pihak kawal kasus ini, dan kita sudah dapat kabar ada lagi yang akan melaporkan kasus yang berbeda tapi di tangan oleh dokter praktek dr RA, ujar nya.

Kita awasi kasus ini sampai ke meja hijau kita juga minta kepada LSM, Wartawan agar dapat memantau dengan baik.

Sebelumnya diberitakan media ini Kamis (27/3/2020).

Diduga Malpraktek dr RA Di RS Cut Nyak Dien Langsa Alat Operasi Tertinggal di Rahim Pasien Akhirnya Meninggal Keluarga Laporkan Ke Polisi.

Seorang pasien kuret pasca keguguran dengan usia kehamilan 1 bulan lebih kurang , dikabarkan meninggal dunia di Rumah Sakit Cut Nyak Dien Langsa, setelah sebuah benda yang menjadi bagian dari yang diduga alat untuk operasi, tertinggal di dalam rahim pasien.

Keluarga korban tidak terima dengan kejadian itu, Rabu (25/3/2020), akhirnya melaporkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian Polres Langsa.

Sementara, jenazah pasien yang diduga Mal praktek dr RA dibawa ke RSUD Langsa untuk di otopsi untuk kepentingan pihak penyidik.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Wartawan dari kerabat dekat korban, Kamis (26/3/2020), pagi kasus ini berawal ketika pasien atas nama SH (26) warga Lengkong Kecamatan Langsa Baro, Pemko Langsa, mengalami keguguran di usia kehamilan 1 bulan.

Pasien dibawa oleh keluarga ke RS Cut Nyak Dien Langsa, pada Selasa (24/3/2020) sekitar pukul 22.00 Wib untuk dirawat inap, karena mengalami pendarahan.

Setiba di RS Cut Nyak Dien Langsa, pasien di tangani oleh dokter RA spesialis kandungan. Selanjutnya, pada Rabu (25/3/2020), dokter yang menangani memutuskan operasi kuret terhadap pasien dan sekitar pukul 10.00 Wib, operasi pun dilakukan, ujar sebuah sumber media ini Di RS Cut Nyak Dien Langsa.

Pasca operasi kuret, kondisi pasien semakin melemah hingga dipindahkan ke ruang ICU, tanpa ada pengawasan dari dr RA. Dengan kondisi pasien yang makin melemah, tenaga medis di RS Cut Nyak Dien Langsa mencoba melakukan Rontgen ke tubuh pasien.

Hasil Rontgen, ternyata diketahui ada sebuah benda yang diduga alat bekas operasi, tertinggal di rahim korban, Kondisi ini lalu diberitahukan kepada pihak keluarga.

Selanjutnya keluarga korban mengkomplain dokter RA yang terkesan tidak terlalu serius melakukan penanganan pasien di RS Cut Nyak Dien dan diduga lebih mengutamakan pengobatan di tempat praktek nya.

Setelah terjadi perdebatan, akhirnya dr RA memutuskan pasien yang tertinggal alat bekas operasi di rahimnya itu, akan dioperasi kembali pada pukul 22.00 Wib, dengan alasan dr RA tutup tempat prakteknya dulu, ujar sember media ini RS Yayasan Cut Nyak Dien Langsa.

Namun, kondisi pasien yang kian lemah, tidak mampu bertahan hingga pukul 22.00 Wib menunggu dr RA tutup praktek. Akhirnya, pukul 21.00 Wib, pasien menghembuskan nafas terakhir di RS Cut Nyak Dien Langsa.

Keluarga korban yang sedang berduka tidak terima dengan kejadian tersebut dan segera membuat laporan kepada polisi atas dugaan mal praktek atau kelalaian petugas medis.

Kemudian, jenazah pasien di pindahkan ke RSUD Langsa guna kepentingan otopsi, ujar sumber di Langsa kepada media ini.

Untuk sementara, jenazah di simpan di kamar mayat RSUD Langsa dan pada Kamis (26/3/2020) baru akan dilakukan otopsi untuk kepentingan penyidikan.

Pimpinan RS Cut Nyak Dien Langsa, dr Yusuf, yang ingin didapatkan konfirmasinya, Kamis (26/3/2020) terkait kasus itu, tidak berhasil di hubungi, imformasi yang didapatkan di RS Cut Nyak Dien dr Yusuf sudah lama tidak kelihatan di RS itu ujar salah seorang Perawat kepada Media ini Kamis pagi (26/3/2020).

Sementara itu media mencoba menghubungi Ketua Yayasan Cut Nyak Dien Ir Zainal Abidin juga tidak dapat dihubungi di RS Itu no kontak Tlp selular juga tidak aktif.

Sebagaimana diketahui, Kuret atau kuretase, adalah suatu prosedur yang bertujuan untuk mengeluarkan jaringan dalam rahim. Kuret biasanya diawali dengan tindakan yang dinamakan dilatasi, untuk melebarkan lever rahim (serviks), sehingga seringkali disebut sebagai dilatasi dan kuretase (D&C).

Kuret dapat dilakukan dengan metode pengerokan menggunakan alat berbahan logam ataupun metode isap menggunakan alat khusus.

Media ini mencoba menghubungi dr RA ke tempat pramteknya jalan T Umar Langsa Kamis pagi (26/3/2020) namun tempat praktek tertutup rapat dan nomor kontak telpo selular juga tidak aktif.

Sampai berita ini di turunkan Munggu (29/3/2020) media ini belum mendapatkan keterangan resmi dari dr RA. (Tim)