Jubir Covid-19 Saifullah Abdulgani : Minta Maaf Dan Mencabut Pernyataan Terkait Kuburan Massal

oleh -8.201 views

IDUL FITRI

Banda Aceh I Realitas – Jubir Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani atau SAG, Minggu (29/3/2020) pagi ini, meminta maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat Aceh maupun publik nasional.

Permintaan maaf ini atas penggunaan suku kata ‘kuburan massal’ dalam konferensi pers melalui fans page Biro Humas Pemerintah Aceh, Sabtu (28/3/2020) sore.

SAG mengaku, penggunaan kata tersebut tidak tepat di tengah kondisi Aceh saat ini.

“Atas kesilapan tersebut, saya secara pribadi dan atas nama Jubir Covid-19 Pemerintah Aceh meminta maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Aceh juga publik nasional dan mencabut kembali pernyataan tersebut,” kata SAG.

SAG mengaku, atas pernyataan tersebut, unsur pimpinan juga sudah mengingatkannya.

Untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan diksi di tengah kondisi Aceh seperti ini saat memberikan pernyataan kepada media.

“Selanjutnya saya juga akan menghadap pimpinan untuk meminta arahan lebih lanjut.

Semoga kita bertemu lagi pada konferensi pers selanjutnya, mudah-mudahan kita bertemu lagi dalam update Covid-19 Aceh berikutnya,” kata SAG.

SAG atas nama Jubir Covid-19, juga tak bosan-bosannya mengingatkan masyarakat Aceh untuk terus waspada.

“Tetap waspada, semoga Allah melindungi kita dari wabah ini.

Dan kita berharap tidak ada lagi masyarakat Aceh yang positif.

Semoga saudara kita yang kini dinyatakan positif akan sembuh, insya Allah,” tutup SAG.

Berita yang ditayangkan wartawan tadi malam, juga mengalami perubahan judul dua kali atas permintaan khusus SAG. Judul pertama yang ditulis Wartwan, ‘Pemerintah Aceh Siapkan Tanah untuk Kuburan Massal Jenazah Covid-19’.

Setelah berita tersebut ditanggapi oleh netizen, SAG meminta Wartawan mengubah judul agar kata-kata ‘massal’ dalam berita itu dihilangkan.

“Mohon diedit ya, saya minta maaf juga atas statemen tersebut.

Mohon diubah judulnya mungkin kata-kata massal jangan dipakai, karena reaksi publik.

Saya benar-benar minta maaf atas kesalahan penggunaan diksi itu,” pinta SAG.

Selanjutnya, setelah judul tersebut diubah (dihilangkan kata-kata massal), SAG kembali menghubungi Wartawan Kali ini SAG meminta dihilangkan kata-kata ‘kuburan’ pada judul tersebut dan diganti dengan kata-kata pemakaman.

Akhirnya, Wartawan mengubah judul menjadi ‘Pemerintah Aceh Siapkan Tanah untuk Pemakaman Jenazah Covid-19’.

Berita tersebut tadi malam memang menuai pro dan kontra di tengah kondisi Aceh saat ini yang terus berjuang untuk penanganan dan pencegahan Covid-19.

Meski statement SAG tersebut ditanggapi miring, namun tak sedikit pula para netizen yang menganggap pernyataan SAG itu tepat, Karena pemerintah memang harus mempersiapkan tanah untuk pemakaman khusus.

Komentar tersebut bisa dibaca pada fans page Wartawan dan para pembaca tetap berharap tidak ada lagi warga Aceh yang positif Covid-19 dan yang telah dinyatakan positif agar segera sembuh.

Pernyataan SAG Sebelumnya Jubir Covid-19, Saifullah Abdulgani atau yang akrab SAG, menyampaikan, Pemerintah Aceh saat ini terus melakukan berbagai upaya untuk pencegahan dan penanganan virus Corona atau Covid-19 di Aceh.

Tidak menafikan, Pemerintah Aceh juga sudah menyiapkan tanah untuk kuburan massal jenazah warga yang positif Covid-19.

“Satu hal mungkin tidak menyenangkan, tapi saya ingin menyampaikannya, bahwa Pemerintah Aceh sedang menyiapkan tanah untuk lokasi pemakaman jenazah korban virus Corona,” kata SAG dalam live konferensi pers, Sabtu (28/3/2020).

Menurut SAG, hal tersebut perlu dipersiapkan karena berdasarkan pengalaman, 160 negara dan pengalaman di Indonesia, angka kematian terus meningkat.

“Berdasarkan pengalaman tersebut kita persiapkan segala sesuatunya, kita persiapkan ruangannya, peralatannya, SDM-nya.

Tentu saja kita tidak bisa menafikan kalau takdir menentukan harus ada yang barangkali dipanggil oleh Allah walaupun sudah diobati, kita juga harus menyiapkan tempat (pemakaman),” kata SAG.

Menurut SAG, Sekda Aceh, dr Taqwallah sudah melihat lokasinya.

“Semoga bisa dalam waktu dekat kita bisa memiliki tempat untuk memakamkan jenazah korban Covid,” jelasnya.

Namun begitu, SAG atas nama Jubir Covid-19, berharap pasien yang positif di Aceh tidak akan bertambah lagi.

“Kita berharap cuma empat yang positif dan semoga Allah melindungi kita semua, tidak ada lagi yang positif dan yang sudah positif kita harap akan segera sembuh,” harapnya. (*) 

Sumber : Tribunnews