16019 KALI DIBACA

Sering Gangguan Gajah Liar, Pemda Dan DPRK Nagan Raya Turun Ke Translok

Sering Gangguan Gajah Liar, Pemda Dan DPRK Nagan Raya Turun Ke Translok
Tim dari Pemda dan DPRK Nagan Raya saat melakukan peninjauan ke Translok di desa Blang Lango Kecamatan Seunagan Timur Kabupaten Nagan Raya, Minggu (16/02/2020).(MJ)
UPDATE CORONA

Nagan Raya I Realitas – Sering Gangguan Gajah Liar, Pemda Dan DPRK Nagan Raya Turun Ke Translok.

Pemerintah Kabupaten Nagan Raya melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Nagan Raya (Disnakerstran) bersama Anggota DPRK Nagan Raya meninjau Translok desa Blang Lango Kecamatan Seunagan Timur, Minggu (16/02/2020).

Lokasi Translok yang berjarak sekitar 15 Km dari Pusat Kecamatan Seunagan Timur yang berada di seberang sungai dengan menggunakan rakit mesin untuk menyebrang dan selanjutnya menggunakan sepeda motor yang sudah disiapkan warga translok Desa Blang Lango setempat

Meskipun Jalan yang berlumpur dan naik bukit itu sangat menyulitkan para pengendera disebabkan karena badan jalan terlalu licin untuk menuju kelokasi pemukiman rumah transmigrasi lokal (translok) bahkan pengendara harus sangat estra berhati-hati.

Tim Pemda dan DPR peninjauan yang dilakukan didampingi LSM Humans Initiative dari Provinsi Aceh serta Camat Seunagan Timur, Kabag Humas dan Protokol Setdakab Nagan Raya, M. Maksum,S.IP, Koramil 09 Seunagan Timur, Lettu Sutiar dan Babinsa desa Blang Lango Serka Amilin.

Mereka ingin mengetahui langsung problema dan keluhan dari masyarakat yang berdomisili di daerah itu, yang selama ini sering diperbincangkan pada media sosial dari persoalan yang sampai saat ini belum di selesaikan seperti dari gangguan gajah liar, jembatan penyebrangan dan bantuan lain yang belum tersalurkan.

Plt. Kadis Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Nagan Raya, Drs. Mahdali pada saat melakukan kunjungan langsung melakukan pertemuan dengan masyarakat setempat di SD Translok.

Pada saat pertemuan berlangsung tokoh masyarakat menyampaikan tiga hal kepada Pemkab Nagan Raya yakni mengenai jembatan penyeberangan yang menghubungkan kelima desa di daerah tersebut dan gangguan hama gajah liar yang selama ini kerap merusak rumah dan perkebunan warga, serta sektor pendidikan juga tak luput dari pembicaraan.

Dalam hal ini Kadisnakertran Nagan Raya, Drs Mahdali mengatakan, bahwa Pemerintah Kabupaten Nagan Raya tidak akan tinggal diam dan akan memperjuangkan semua keluhan masyarakat, terutama mengenai gangguan gajah, ini akan kita bicarakan dengan BKSDA Aceh untuk mencari solusi bagaimana cara penanganan yang tepat supaya gajah-gajah tidak berkeliaran lagi di pemukiman warga di desa Blang Lango.

Mahdali menjelaskan, untuk pendidikan masih berjalan lancar, belakangan ini SD Translok Blang Lango tidak menjadi tanggung jawab Pemkab Nagan Raya dikarenakan masih berstatus SD translok, cuma pada akhir tahun 2019 baru diserahkan kepada kita,”jelas Mahdali yang juga Asisten Administrasi Setdakab Nagan Raya,

Dinas Pendidikan Kabupaten Nagan Raya telah memfasilitasi penempatan tenaga guru yakni 1 orang PNS dan juga Guru THL (tenaga harian lepas). Sehingga proses belajar mengajar berlangsung dengan baik sampai saat ini.

Karena SD translok ini sudah diserahkan kepada kita baru mulai kita benah, baik itu peningkatan infrastruktur maupun penambahan tenaga guru, sehingga mutu pendidikan di SD ini setara dengan SD lainnya di Kabupaten Nagan Raya.

Sementara anggota DPRK Nagan Raya, Sigit Winarno didampingi Wakil Ketua Puji Hartini dan anggota DPRK lainnya Said Alwi akan memperjuangkan hak rakyat dan ini semua keluhan dari masyarakat bersama pihak eksekutif nanti akan kami masukkan dalam rapat.

“kami berharap agar masyarakat tetap tenang dan bersabar terhadap kondisi yang dialami saat ini persoalan ini akan kita cari solusi secara bersama-sama antara pihak eksekutif dan legislatif termasuk ide-ide dari masyarakat akan kita tampung”,harap Sigit.

Disamping itu, Camat Seunagan Timur, T. Muchsin mengatakan dalam waktu dekat ia akan melakukan duduk bersama dengan Kades untuk membahas persoalan gangguan gajah termasuk juga masalah jembatan penghubung dikawasan itu, yakni desa Blang Lango, desa Kila, desa Kandeh, desa Blang Teungku dan desa Tuwi Meulesong.

Pada saat itu rombongan juga sempat melihat rumah Ibnu Afan (53 tahun) warga Blang Lango yang tertimpa pohon akibat diguyur hujan lebat dan angin kencang. (MJ/Yudi)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS