Melawan saat Ditangkap, Pengedar Sabu Jaringan Malaysia di Surabaya Ditembak Mati

oleh -315.759 views

SURABAYA I Realitas – Mustofa Ali (24) ditembak mati polisi dari Polrestabes Surabaya, Jumat (14/2/2020) malam. Mustofa yang merupakan pengedar sabu dan ekstasi jaringan Malaysia ini ditembak mati karena melawan saat akan ditangkap.

Pemuda yang beralamat di Desa Kedung Kandang Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur (Jatim) ini terpaksa ditembak mati polisi. Pelaku menyerang dengan menggunakan senjata tajam saat ditangkap polisi di Jalan Demak, Surabaya.

“Ternyata yang bersangkutan membahayakan petugas saat akan ditangkap,” kata Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya AKBP Memo Ardian, Sabtu (15/2/2020).

BACA JUGA :  Dugaan "Titipan Buku" Pakai Dana BOS Hebohkan Disdikbud Aceh Timur, LSM KANA Desak Kejati Aceh Usut Tuntas, Menurut Kadis Kepada Guru Buku ini Titipan Dari "Baju Coklat"

Memo mengatakan penangkapan dilakukan karena pelaku membawa 25 kg sabu dan 12 ribu pil ekstasi yang diduga akan diedarkan ke Surabaya dan Sidoarjo. Mustofa selama ini dikenal sebagai sosok yang sangat licin dan susah ditangkap.

“Dugaannya jaringan Malaysia-Bangkalan,” katanya.

Polrestabes Surabaya tunjukkan Barang bukti sabu dan pil ekstasi, Jumat (14/2/2020) (Foto:iNews/Yudha Prawira)
Polrestabes Surabaya tunjukkan Barang bukti sabu dan pil ekstasi, Jumat (14/2/2020) (Foto:/Yudha Prawira)

Tertangkapnya Mustofa setelah Satnarkoba Polrestabes Surabaya menangkap terlebih dahulu jaringannya, Achong yang merupakan kurir Mustofa sebelumnya. Achong mengambil sabu dan ekstasi untuk dikirimkan ke sejumlah pembeli di kota Surabaya dan Sidoarjo.

BACA JUGA :  Hak Pekerja Dipertanyakan, PT CMMN Diterpa Dugaan Persoalan Penggajian dan KKN : Direktur PTPN 1 Harus Periksa Dan Uadit Kinerja Pejabat Di RSCMN

Saat ini polisi masih mengembangkan kasusnya ke Lapas Madiun karena diduga jaringan Mustofa dikendalikan dari napi di dalam Lapas. Jasad Mustofa dibawa ke RSUD Dokter Soetomo Surabaya untuk dilakukan visum.(IN/Red)