banner 700250

Dituduh Penculik Anak, Kakek Pemulung di Jember Laporkan Ketua RW ke Polisi

oleh -9.201 views

IDUL FITRI

JEMBER I Realitas – Kakek Junaedi seorang pemulung bersama keluarganya mendatangi Mapolres Jember untuk membuat laporan polisi, Jumat (21/2/2020). Dia melaporkan pemilik akun media sosial Satrio Kurniawan atau Hari karena mengunggah foto wajahnya dengan keterangan imbauan waspada penculikan anak.

Polisi yang menerima laporan kemudian memanggil terlapor untuk diminta keterangan. Yang bersangkutan ternyata ketua rukun warga (RW) di Desa Umbulrejo, Kecamatan Umbulsari, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Kasat Reskrim Polres Jember AKP Y Jumbo Kontason mengatakan, kasus ini masih dalam pemeriksaan penyidik. Terlapor juga memiliki itikad baik untuk datang memberi keterangan atas duduk perkara kejadian tersebut.

Dia menjelaskan, awalnya terlapor mendapat informasi dari anak kecil dan seorang warganya jika ada penculik anak. Terlapor sebagai ketua RW memiliki tanggung jawab untuk menginformasikan ke warga lain hingga akhirnya mengunggah imbauan melalui medsos dengan memposting foto pelapor.

“Kami masih selidiki soal penyebaran hoaks penculikan anak. Terlapor punya itikad baik datang mengklarifikasi dan sudah meminta maaf kepada pelapor,” ujar Jumbo, Jumat (21/2/2020).

Menurutnya, inti postingan terlapor yang jadi bahan laporan polisi berisi imbauan agar warga berhati-hati karena penculik anak telah masuk ke Umbulrejo. Dipostingan juga ada beberapa foto diduga gambar kakek Junaedi.

“Penyelidikan kami di lapangan tidak ada kasus penculikan sebagaimana informasi yang ada di medsos dan beredar di masyarakat,” katanya.

Pengakuan Hari, dia tak menyangka jika postingan imbauannya kepada warga akan berbuntut panjang dan masuk ke ranah hukum.

“Niat saya sebagai ketua RW hanya ingin menyebar informasi agar warga berhati-hati. Saya salah karena tidak kroscek kebenarannya. Saya juga sudah minta maaf ke Pak Junaedi,” kata Hari.

Setelah pemeriksaan dan pengambilan keterangan pelapor dan terlapor, Polres Jember memediasi keduanya agar berdamai. Keduanya sepakat menyelesaikan masalah tersebut secara kekeluargaan.

Sementara Junaedi mengaku heran dan tak tahu menahu alasan dirinya dituduh sebagai penculik anak. Padahal saat itu hanya mencari rongsokan. Usai mediasi, kakek Junaedi pun memaafkan Hari, ketua RW yang telah menyebar hoaks menuduhnya sebagai penculik anak.(Dtc/Red)