example banner
17619 KALI DIBACA

Propam akan Periksa Kasat Reskrim Flores Timur yang Diduga Memeras

Propam akan Periksa Kasat Reskrim Flores Timur yang Diduga Memeras
example banner

Flores Timur  I Realitas – Polres Flores Timur akan melakukan pemeriksaan terhadap kasat reskrimnya, AKP JFS. Pemeriksaan ini terkait beredarnya informasi mengenai adanya tindak pemerasan yang dilakukan Joni.

“Sementara saya sudah perintahkan Propam untuk melakukan penyelidikan. Dan kalau terbukti (memeras), saya akan proses sesuai aturan yang berlaku,” kata Kapolres Flores Timur AKBP Denny Abrahams saat dihubungi wartawan, Senin (27/1/2020).

Menurut kabar yang beredar, pemerasan yang diduga dilakukan AKP JFS berkaitan dengan mobil bodong yang hendak ditarik leasing. Mobil tersebut ada di polres dan hendak dikeluarkan oleh debt collector sebuah perusahaan leasing.Cerita Denny, ada debt collector yang hendak menarik mobil dari rumah Wakil Bupati Flores Timur Agustinus Payong Boli pada April 2019 lalu. Denny menuturkan kepemilikan mobil atas nama adik dari Agustinus.

“Kemudian pada saat itu ribut-ribut di situ. Ada anggota saya yang kebetulan walpri (pengawal pribadi)-nya wabup saat itu, mereka (pihak debt collector dan pihak wagub) negosiasi untuk titip di polres mobilnya, jadi bukan kita yang sita ya,” terang Denny.

“Jadi untuk menghindari keributan antara debt collector dengan orang di situ, makanya mereka minta untuk amankan di polres, sampai ada penyelesaian mereka berdua,” sambung Denny.

Denny mengaku setelah tak ada keributan, dirinya tak lagi memonitor masalah tersebut. Baru sekarang dia mendengar isu pemerasan oleh anggotanya terhadap debt collector tersebut.

“Tiba-tiba sekarang baru ada info seperti itu dari debt collector itu. Jadi sekarang saya sedang bentuk tim dari propam untuk melakukan penyelidikan terkait dengan itu, apakah itu betul dilakukan pemerasan oleh kasat serse atau ada deal apa, saya belum tahu juga,” jelas Denny.

Ketika ditanya soal alasan mobil adik Wabup ditarik debt collector, Denny mengaku tak tahu. Dia mengatakan pihaknya hanya menengahi kedua pihak agar tak terjadi perselisihan.

“Saya tidak tahu, kami hanya menengahi untuk dititip mobilnya ke polres, akhirnya kedua belah pihak sepakat. Jadi posisinya bukan kita menangani kasus mereka. Makanya kalau ada yang bilang pemerasan, saya bingung, itu kan kasus mereka kita tidak tangani,” ujar Denny.

“Statusnya kan itu kendaraan dititip,” ucap Denny.

Terakhir, dia menuturkan propam akan meminta keterangan dari pihak leasing serta AKP JFS. “Nanti kita juga akan meminta keterangan dari leasing itu juga. Juga dari Kasat Reskrimnya. Kalau terbukti ada pemerasan, saya proses lanjut,” tegas Denny.(Dtc/Red)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS