Gubri : Kas Riau Masih Ada 14 Milliar, Kalau Pertumbuhan Ekonomi, Riau Masih Rendah

oleh -162.759 views

Pekanbaru I Realitas – Gubri : Kas Riau Masih Ada 14 Milliar, Kalau Pertumbuhan Ekonomi, Riau Masih Rendah.

Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar sebut progres APBD Riau 2019 mencapai 91,31 persen, sementara fisik 95,03 persen.

Jadi lebih kurang 8 persen lebih dana masih ada di kas daerah Riau.

“Untuk sama – sama kita ketahui, progres APBD Riau pada 2019 mencapai 91,31 persen, sementara untuk fisik (pekerjaan) 95,03 persen.

Dan untuk dana kas Riau sekarang masih ada sekitar 8 persen kurang lebih,” ungkap Syamsuar mantan Bupati Siak dua periode tersebut, Senin (6/1/2020).

Dijelaskan Gubri, sisa kas 8 persen tersebut nominalnya sekitar Rp14 milliar.

BACA JUGA :  WOW dr Donny Mulizar Wakil Direktur RSUD Langsa Jadi Sekcam Langsa Barat Wali Kota Langsa Rombak Kabinet Langsa Juara Hari Sabtu Lantik 122 Pejabat Eselon III dan IV

Jadi kas daerah Riau tidak mengalami devisit.

“Selain itu, untuk Indikator Makro Daerah kalau di lihat dari pertumbuhan ekonomi Riau saat ini kita masih rendah, pada tahun 2018 naiknya hanya sekitar 2,3 persen, sementara 2019 hanya 2,74 persen, ” jelas Gubri.

Sedangkan tingkat kemiskinan Riau ada sekitar 7,08 persen dari jumlah penduduk.

Untuk jumlah penduduk Riau keseluruhan ada sekitar 7 juta jiwa, jadi penduduk miskin Riau sekarang masih ada sekitar 500 ribu yang tersebar di kabupaten/kota se-Riau, terangnya.

BACA JUGA :  KPK Tetapkan Bupati Langkat dan Mantan Timsesnya jadi Tersangka Suap

“Seterusnya, ditambahkan Gubri, tingkat pengangguran terbuka Riau ada sekitar 5,97 persen. Dan untuk indeks pembangunan manusia yang berhubungan dengan pendidikan dan kesehatan Riau mencapai sekitar 72,44 persen,” Ujarnya.

Dijelaskan Gubri, untuk diketahui, indeks pembangunan manusia tertinggi di Riau ada di tiga daerah, diantaranya Pekanbaru, kemudian Dumai dan Siak.

Dilihat dari 5 tahun sebelumnya indeks tertinggi selalu di tiga daerah ini saja, sementara kabupaten/kota yang lain belum ada yang meningkat.

“Maka dari itu, untuk kedepannya kita akan berusaha bagaimana caranya untuk dapat melakukan pemerataan pada pendidikan,” pungkasnya. (Mirza/rv)