Ahmad Nurfathon Pembunuhan Sopir Travel Divonis Seumur Hidup

oleh -26.489 views

IDUL FITRI

Aceh Singkil I Realitas – Ahmad Nurfathon Pembunuhan Sopir Travel Divonis Seumur Hidup.

Pengadilan Negeri Singkil dipimpin ketua majelis hakim Hamzah Sulaiman jatuhkan vonis hukuman seumur hidup terhadap Ahmad Nurfathon (33), pembunuhan supir travel Syafriansah.

Persidangan digelar diruang sidang utama Pengadilan Negeri Singkil dipimpin ketua majelis Hakim Hamzah Sulaiman, SH. Selasa, (28/1/2020).

“Mengadili menyatakan Ahmad Nurfathon terbukti secara sah dan bersalah. Sesuai dakwaan subsider, menjatuhkan pidana seumur hidup,” kata Hamzah.

Vonis tersebut tidak sesuai dengan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri Singkil dari hukuman mati mejadi hukuman seumur hidup.

“Setelah mendengar putusan hakim, kami menyatakan pikir-pikir,” kata Rahmad Syahroni Rambe selaku Jaksa Penuntut Umum.

JPU sebelumnya menuntut hukuman mati terhadap terdakwa. Pasal yang disangkakan yakni pasal 340 dan 362 KUHPidana.

 

Sementara Kasie Pidum Kejaksaan Negeri Singkil Lili Suparli menguatkannya, akan melakukan upaya hukum banding. Lili beralasan karena putusan hakim tidak sesuai tuntutan JPU dan perbuatan terdakwa sadis serta meresahkan masyarakat.

“Tujuh hari kedepan untuk menyatakan sikap, kami akan mengajukan upaya hukum kembali,” kata Lili.

Dalam pertimbangannya, Hakim mengatakan terdakwa pada saat pledoi, terdakwa ikhlas untuk dijatuhi hukuman apapun, akan tetapi tersirat makna yang dalam bahwa terdakwa telah menyesali perbuatannya dan berjanji akan mengubah diri disisa waktu perjalanan hukuman.

“Selain itu terdakwa bersikap sopan selama menjalani persidangan, mempunyai anak dan isteri,” kata Asraruddin Anwar, Hakim Anggota saat membacakan putusan.

Menurut Hamzah putusan tersebut cukup pantas dan sesuai dengan perbuatan yang dilakukan.

Ahmad Nurfathon menjalani hukuman sejak perkara kasus pembunuhan supir travel terjadi pada Senin 1 Juni 2019 silam. Nurfathon membunuh Syafriansah dan jasadnya dibuang dipinggir jalan lintas Singkil-Subulussalam.

Kuasa Hukum terdakwa dari Pos Bantuan Hukum PN Singkil, Alfianda SH menyatakan pikir-pikir selama tujuh hari terhadap hasil putusan. “Kita lihat selama tujuh hari ini,” katanya.

Pihak keluarga korban yang hadir dalam persidangan, tidak terima dengan putusan hakim. Dari amatan, Terlihat menangis histeris, dan berusaha menjangkau terdawka yang dikawal oleh pihak kepolisian. (Rostani/Yudi)