VIENTIANE I Realitas – Seorang blogger Laos berusia 30 tahun dijatuhi hukuman penjara selama lima tahun karena mempertanyakan respons pemerintah terhadap banjir mematikan di selatan negara tersebut pada musim gugur ini.
Reporters Without Borders (RSF) yang berbasis di Paris menyebut, blogger video Houayheuang Xayabouly, yang dikenal secara online sebagai Muay Littlepig, memposting video pada Facebook pada 12 September untuk menarik perhatian pada apa yang digambarkannya sebagai kelalaian respons pemerintah terhadap bencana di provinsi asalnya, Champasak, dan daerah tetangganya Salavan.
“Houayheuang dijatuhi hukuman maksimum dan dipenjara karena menyebarkan propaganda melawan Republik Demokratik Rakyat Laos, dan berusaha menggulingkan partai, negara bagian, dan pemerintah,” lapor RSF, seperti dilaporkan Associated Press, Jumat (11/12/2019).
“Dengan menyebarkan pesan-pesan anti-pemerintah, dia melanggar Pasal 117 Hukum Pidana. Jadi, dia bisa dipenjara antara satu hingga lima tahun, dan didenda antara 5 dan 20 juta Kip (568 hingga 2.272 dolar AS),” kata Letnan Kolonel Phaychit, setelah penangkapan 12 September.
Pada September, badai tropis Podul dan hujan tropis Kajiki mencurahkan hujan hampir setinggi 40 sentimeter di enam provinsi selatan Laos. Tragedi ini menewaskan sekurangnya 19 orang dan membuat 100.000 orang mengungsi, demikian menurut PBB dan badan bantuan kemanusiaan dan bencana ASEAN.
The Vientiane Times melaporkan, korban tewas menjadi 28 orang, dan media internasional melaporkan banjir juga merusak rumah sakit dan sekolah, serta menghancurkan ratusan jalan dan hampir 100 jembatan.(IN/Red)

