Jakarta I Realitas – BKPM Ingin Fokus Benahi Investasi Di Aceh, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI, Bahlil Lahadalia menyatakan keinginannya untuk fokus membenahi iklim investasi di Indonesia, termasuk di Aceh.
Hal itu disampaikan saat menerima kunjungan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT guna membahas strategi dan kondisi terkini investasi Aceh, di Kantor BKPM, Jakarta, Senin (2/12/2019).
Turut hadir dalam pertemuan itu Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh, Dr Aulia Sofyan, Direktur PT Pembangunan Aceh (PEMA), Ir Zubir Sahim, Direktur Promosi Sektoral BKPM, Imam Soejoedi serta beberapa pelaku usaha dan calon investor.
Kepala BKPM mengatakan dirinya akan menyelesaikan setiap masalah terhadap hal-hal yang menjadi halangan investasi di Aceh.
“Kita selesaikan secepatnya. Saya mau fokus urus Aceh, terutama untuk hal investasi di KEK Arun Lhokseumawe,” ujarnya.
Di hadapan Kepala BKPM RI, Nova Iriansyah menegaskan Pemerintah Aceh berkomitmen dengan prinsip clean and good government dan siap melaksanakan perintah Presiden dalam melanjutkan pembangunan infrastruktur, membenahi sumber daya manusia, menyederhanakan birokrasi dan regulasi, serta membuat formulasi pembangunan ekonomi daerah sehingga target pemerintah dapat dipenuhi.
Terkait KEK Arun Lhokseumawe, Plt Gubernur menegaskan bahwa pemerintah akan terus memperbaiki iklim investasi supaya menjadi lebih menarik kepada para calon investor, seperti permasalahan sewa lahan yang relatif pendek, yaitu selama lima tahun akan ditingkatkan menjadi 20 hingga 30 tahun.
Menanggapi hal tersebut, Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, mengatakan dalam hitungan bisnis, tidak masuk akal jika kontrak hanya diberikan lima tahun kepada para tenant yang hendak berinvestasi di Aceh.
Oleh karena itu, Bahlil meminta Pemerintah Aceh membuat laporan tertulis ditunjukkan kepada BKPM untuk kemudian nanti dipelajari dan dibicarakan dengan Kementerian Keuangan. (Trb/Yudi)


