18719 KALI DIBACA

DPRK Simeulue Gelar RDP, Merespon Pemecatan Imam Mesjid Agung Khalilullah

DPRK Simeulue Gelar RDP, Merespon Pemecatan Imam Mesjid Agung Khalilullah
example banner

Simeulue I Realitas – DPRK Simeulue Gelar RDP, Merespon Pemecatan Imam Mesjid Agung Khalilullah, Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Simeulue (DPRK) melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait pemecatan salah seorang Imam Masjid Agung Khalilullah, Ustadz Supriadi yang dilakukan Bupati Simeulue, Erli Hasim, Selasa (12/11/2019) dengan menghadirkan sang Imam dan Dinas Syariat Islam.

RDP yang dipimpin langsung Wakil Ketua DPRK Simeulue, Poni Harjo dan Sunardi Sihombing nyaris dibatalkan karena perbedaan pandangan sejumlah Anggota DPRK. Namun, sidang berlanjut setelah Anggota Dewan lainnya, Nurhayati (PKB) dan Ihya Ullumuddin (PKS) meminta sidang dilanjutkan.

Wakil Ketua DPRK, Sunardi Sihombing menjelaskan kepada awak media, alasan DPRK Simeulue melakukan RDP adalah untuk meminta penjelasan dari Ustadz Supriadi dan Dinas Syariat Islam.

“Kita minta penjelasan mereka terlebih dahulu karena ini sudah viral kemana-mana, kita ingin tahu apa permasalahan sebenarnya,” katanya.

Sejauh ini, tambah Sunardi, belum dilakukan untuk pemanggilan Bupati Simeulue karena tahapannya masih menggali penyebab diberhentikan.

“Namun, tidak tertutup kemungkinan Bupati Simeulue akan dipanggil DPRK Simeulue untuk dimintai keterangannya, terkait perintahnya memberhentikan Imam Masjid Agung Simeulue,” sambung Sunardi.

Senada dengan itu, Nurhayati, Anggota DPRK Simeulue dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam penyampaiannya, mengaku prihatin atas pemecatan Imam Mesjid Agung Ustadz Supriadi dan mendesak sidang dilanjutkan.

“Saya prihatin kepada Ustadz Supriadi, kesalahannya kecil sekali, saya berharap beliau kembali menjadi Imam Di Masjid Agung Simeulue,” harap Nurhayati.

Masih dalam kesempatan yang sama, Pimpinan Pondok Pesantren Darul Falah Teupah Selatan, Ustadz Abun Fahmi menyampaikan hal yang sama atas viralnya pemberhentian Imam Mesjid Agung Simeulue.

Akan tetapi ia berharap kepada masyarakat Simeulue untuk saling menjaga ukhwah Islamiyah.

“Saya menghimbau agar masyarakat kita sejuk, damai dan tidak saling menghujat satu sama lain, saya juga berharap karena sudah viral agar tidak terjadi fitnah dan permasalahan ini harus cepat terselesaikan,” harap Ustadz Fahmi. (zulfadli/Yudi)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS