16419 KALI DIBACA

Gerebek Lapak Judi Tembak Ikan di Tanah Pinem Dairi, Polisi Amankan Dua Pria dan Gadis Cantik

Gerebek Lapak Judi Tembak Ikan di Tanah Pinem Dairi, Polisi Amankan Dua Pria dan Gadis Cantik
example banner

Dairi i Realitas – Gerebek Lapak Judi Tembak Ikan di Tanah Pinem Dairi, Polisi Amankan Dua Pria dan Gadis Cantik , Polres Dairi belum lama ini menggerebek lapak judi permainan tembak ikan di Dusun Liren, Desa Kutagambir, Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi. Dua pria dan satu wanita muda diamankan.

Ketiganya masing-masing bernama Tison Tarigan (29) selaku penyedia lapak, kemudian Amelia Sitepu (18) selaku penjaga mesin judi, dan Des Zebta Ginting (41) selaku mekanik sekaligus pengutip omset.

Dari TKP, polisi menyita barang bukti satu unit mesin judi tembak ikan dan uang Rp9 juta lebih, omset yang didapat oleh oenyelenggara hari itu.

 

Kasat Reskrim Polres Dairi, Iptu Junisar Silalahi mengungkapkan, penggerebekan ini berlangsung pada Sabtu (14/9/2019) lalu.

“Hari itu kita dapat informasi, masyarakat di Desa Kutagambir, Tanah Pinem, ribut-ribut karena resah dengan keberadaan lapak judi tembak ikan di sana. Info itu kemudian kita tindaklanjuti dengan mengirim anggota ke sana,” ujar Junisar saat ditemui Tribun Medan, Selasa (17/9/2019) sore.

Saat dicek, petugas Opsnal Sat Reskrim Polres Dairi menemukan satu warung berisi sekumpulan orang tengah asyik bermain judi tembak ikan. Mengetahui kedatangan polisi, para pemain langsung berhamburan kabur.

“Saat petugas masuk, lapak judi telah kosong. Yang ada tinggal mesin beserta cewek penjaga lapak dan uang,” terang Junisar.

Junisar menyebut, Tison Tarigan berperan sebagai penyedia lapak judi, mengaku diupah Rp100 ribu per hari. Kemudian, Amelia br Sitepu berperan sebagai penjaga mesin dan diupah Rp100 ribu per hari.

Des Zebta Ginting (41) berperan sebagai mekanik sekaligus pengutip omset, diupah Rp500 ribu hingga Rp1 juta per minggu.

Junisar menambahkan, pihaknya masih mendalami kasus ini. Ketiga orang tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka dan masih menjalani pemeriksaan.

Sementara, ketiganya dijerat dengan Pasal 303 Ayat (1) KUHP, dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun.(Tribun/Red)

 

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS