13619 KALI DIBACA

Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah Memberikan Perhatian Terhadap Kasus Pembakaran Rumah Wartawan Serambi Indonesia

Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah Memberikan Perhatian Terhadap Kasus Pembakaran Rumah Wartawan Serambi Indonesia
example banner

Jakarta, I Realitas – Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, juga memberi perhatian terhadap kasus pembakaran rumah wartawan Serambi Indonesia, Asnawi Luwi di Desa Lawe Loning Aman, Kecamatan Lawe Sigala-gala, Aceh Tenggara (Agara). Ia meminta polisi agar sigap dan jangan ragu dalam mengusut dugaan pembakaran tersebut. “Kita tunggu laporan polisi menangani kasus itu. Polisi tidak boleh ragu. Ini adalah soal kebebasan pers,” pungkas Fahri Hamzah kepada Serambi, di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, (31/7/2019). Ia mengatakan, hukum harus ditegakkan. Lebih-lebih, wartawan memiliki undang-undang pers, ada aturan hukum.

“Jangan ada alasan, bahwa oh itu karena wartawannya rewel, ya wartawan harus rewel,” tukas Fahri Hamzah. Wakil Ketua DPR RI ini kembali mengingatkan bahwa setiap warga negara mendapat perlindungan hukum dan penanganannya harus sama di mata hukum. “Setiap warga negara berhadap mendapatkan keselamatan. Makanya kita tunggu laporan polisi,” demikian Fahri Hamzah. Anggota DPRI asal Aceh, M Salim Fakhry, sebelumnya juga mengecam keras perilaku brutal yang dialamatkan kepada wartawan Serambi Indonesia di Agara, Asnawi Luwi.

“Ini negara hukum. Apapun persoalan harus berdasarkan hukum. Tidak boleh main bakar begitu,” tegas Salim Fakhry, Selasa, (30/7/2019). Salim Fakhry mengaku sudah berkomunikasi dengan Asnawi Luwi melalui saluran telepon dan memintanya bersabar dan tabah mengahadapi masalah tersebut. “Kita harapkan polisi segera menemukan pelakunya. Kita kecam tindakn seperti itu,” tukas politisi Partai Golkar yang duduk di Komisi IV DPR RI ini. Respons juga datang dari Anggota DPD RI asal Aceh, H Sudirman alias Haji Uma.

Ia mengaku kaget saat mendapatkan kabar duka tersebut. “Saya berduka dan sangat sedih. Apalagi jika benar ada unsur kesengajaan untuk mencelakaan saudara saya Asnawi Luwi,” ujar Haji Uma. Karenanya, Haji Uma meminta semua aktivis lingkungan dan aktivis antikorupsi, bersatu padu membantu pihak kepolisian mengusut tuntas kasus ini. “Ini adalah teror yang sangat membahayakan bagi demokrasi. Maka polisi harus bergerak cepat mengusut tuntas kejadian ini, untuk memberikan rasa aman dan nyaman dalam masyarakat,” tegas Haji Uma. (Tribun/Red/Ema)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS