21719 KALI DIBACA

Hukum Cambuk Terhadap Sepasang Pelaku Mesum Di Kota Langsa

Hukum Cambuk Terhadap Sepasang Pelaku Mesum Di Kota Langsa
example banner

Langsa I Realitas – Dinas Syari’at Islam Kota Langsa kembali mengeksekusi hukuman cambuk terhadap pelaku mesum yang ditangkap polisi Syari’ah Wilayatul Hibah (WH), Juumat (2/8) di Tribun Lapangan merdeka setempat.

Kepala Dinas Syari’at Islam Kota Langsa, Drs H Ibrahim Latif MM, kepada Penanegeri.com mengatakan, berdasarkan putusan Mahkamah Syar’iyah Langsa nomor 03/ JN/ 2019/ MS. Lgs tanggal 1 Agustus 2019 menyatakan WP (32) warga asal Kuta Cane Aceh Tenggara yang sekarang berdomisili di Gampong Geudubang Aceh dan pasangannya DA (35) warga dusun Perumnas Gampong Paya Bujuk Seleumak, masing-masing Kecamatan Langsa Baro  secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan perbuatan mesum melanggar pasal 23 ayat 1 Qanun Aceh Nomor 06 tahun 2014 tentang hukum jinayat.

Karenanya, kepada mereka dijatuhkan pidana dengan uqubat takzir berupa cambuk masing masing sebanyak 9 kali cambuk di muka umum.

“Jadi setelah ada penetapan putusan Mahkamah Syar’iyah maka hari ini (Jumat) mereka langsung kita cambuk,” sebut Ibrahim Latif.

Lanjutnya, mereka berdua bukan pacaran tetapi nampaknya seperti komersial. Maka kita harapkan dengan dicambuk di depan umum hendaknya menjadi pelajaran dan i’tibar kepada mereka berdua  juga kepada masyarakat luas. Kita harap dukungan semua elemen masyarakat agar dapat meminimalisir terjadinya pelanggaran syari’at Islam di daerah ini dengan membentuk tim pengawas syari’at Islam di setiap gampong.

“Bila ada indikasi pelanggaran syari’at Islam di gampong atau di kota baik di tempat tempat kos kosan maupun di tempat tempat yang lain supaya segera melaporkan kepada pihak Dinas Syari’at Islam Kota Langsa ataupun kepada petugas Wilayatul Hibah (WH) agar segera dapat ditindaklanjuti dan kita proses cambuk,” jelas Ibrahim.

Ia juga menegaskan, pihaknya tidak tebang pilih, siapapun atau pihak mana pun yang melanggar Qanun Syari’at Islam, cukup unsur, cukup barang bukti pasti diproses hukum cambuk. Upaya ini kita lakukan agar daerah ini bebas dari perbuatan maksiat.

“Kita juga mengucapkan terimakasih kepada pihak Polres Langsa, Kejari Langsa dan Mahkamah Syar’iyah serta berbagai pihak lainnya atas dukungannya dalam penegakan syari’at Islam dan pelaksanaan eksekusi cambuk,” tutup Ibrahim Latif.(PNG/Red)

 

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS