24719 KALI DIBACA

Polisi Amankan Kayu Diduga Ilegal Logging di Peudada Bireuen

Polisi Amankan Kayu Diduga Ilegal Logging di Peudada Bireuen
example banner

Bireuen I Realitas  – Polres Bireuen dan Polsek Peudada berhasil mengamankan belasan keping kayu yang diduga hasil ilegal logging, di kawasan Desa Pinto Rimba, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen.

Selain mengamankan kayu berupa papan, polisi juga mengamankan lima warga yang sedang mengangkut kayu untuk dimintai keterangan terkait kepemilikan kayu tersebut.

Kapolres Bireuen, AKBP Gugun Hardi Gunawan SIK M.Si melalui Kasat Reskrim, Iptu Eko Rendi Oktama SH kepada Wartawan,  Jumat (2/8) mengatakan, setelah adanya informasi dari masyarakat terhadap aktivitas penebangan liar, tim Opsnal langsung turun memastikan dugaan tersebut, Kamis (1/8) kemarin.

“Awalnya tim bergerak ke lokasi Cot Pinto Angen, Seunebok Rampago Desa Pinto Rimba Peudada. Di lokasi ini terlihat lima warga sedang menurunkan kayu dengan berbagai ukuran menggunakan lima sepeda motor seraya menanyakan dokumen atau surat izin mengangkut kayu tersebut,” katanya.

Diakui Kasat, kelima warga tersebut tak dapat menunjukkan atau memperlihatkan surat izin. Karena tidak ada dokumen, mereka diduga sebagai pelaku ilegal logging, sehingga dimintai keterangan. Sedangkan seluruh kayu dan sepeda motor diamankan ke Mapolsek Peudada.

Ke lima warga itu adalah J (47) warga Alue Keutapang, F (45) warga Meunasah Alue, M (30) warga Tanjong seulamat, Peudada. Lalu R (24) warga Cot Tarom Tunong, Kecamatan Jeumpa.

“Setelah kita periksa, ke lima warga ini tidak kita ditahan,  karena ada jaminan dari keuchik setempat,” terangnya.

Lanjut Kasat Reskrim, barang bukti berhasil diamankan ke  Polsek Peudada 28 lembar papan, 2 lembar kayu ukuran 2 x 6 jenis rimba campuran serta lima unit sepeda motor berbagai merek yang digunkan saat mengangkut kayu.

Hasil pemeriksaan sementara Polsek Peudada, kelimanya mengaku melakukan penebangan di lahan milik mereka sendiri, bukan di hutan lindung, sehingga itu bukan kayu ilegal.

“Berdasarkan pengakuan mereka, papan dan kayu tersebut diperoleh dari kebun mereka sendiri, bukan dari penebangan hutan lindung,” sebutnya.

Untuk memastikan, Polres Bireuen segera membentuk tim gabungan antara polisi dan Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) II guna mengecek titik koordinat lokasi pengambilan kayu.

“Dibentuknya tim tersebut untuk menentukan, apakah penebangan yang dilakukan mereka ini masuk dalam kawasan hutan lindung atau tidak,” ungkapnya.(PNG/Red)

 

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS