9219 KALI DIBACA

Hakim Kembali Sidang Kasus Suntik di RSUD Meulaboh

Hakim Kembali Sidang Kasus Suntik di RSUD Meulaboh
example banner

MEULABOH I Realitas – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Meulaboh, Aceh Barat, Kamis (15/8/2019) kembali melanjutkan sidang perkara kematian Alfa Reza (11) pasien RSUD Cut Nyak Dhien usai disuntik.

Sidang dengan agenda tanggapan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negari (Kejari) terkait eksepsi dua terdakwa Erwanty AMdKep (29) dan Desri Amelia AMdKeb (23), dua tenaga medis dari honorer di rumah sakit setempat.

Sidang diketuai Zulfadly SH dan dua hakim anggota Al-Qudri SH dan Erwanto SH kembali ditunda ke Kamis (22/8/2019) pekan depan dengan agenda pembacaan putusan sela oleh majelis hakim apakah kasus tersebut dilanjutkan atau dihentikan.

Kedua terdakwa yang hadir diperisidangan didampingi Penasehat Hukum (PH) dari RSUD dan tim pengacara dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).

JPU dari Kejari, Yusni Febriansyah SH dalam tanggapan jaksa dalam persidangan mengatakan, apa yang disampaikan PH terdakwa dalam eksepsi sudah masuk dalam ranah pemeriksaan dan bukan objek dari eksepsi.

Setelah pembacaan tanggapan JPU, hakim menyatakan sidang kembali ditunda ke Kamis pekan depan. sementara kedua terdakwa Erwanty dan Desri Amelia kembali ke rumah mereka masing-masing karena selama ini merupakan tahanan kota.

Seperti diberitakan JPU dari Kejari Aceh Barat dalam dakwaan membacakan kronologi terhadap kasus tersebut. Dalam dakwaan kedua terdakwa melanggar Pasal 84 ayat 2 Undang-undang Nomor 36/2014 tentang Tenaga Kesehatan atau Pasal 359 KUHPidana.

Terkait dakwaan JPU, PH terdakwa dalam sidang eksepsi  meminta majelis hakim menolak semua dakwaan yang disampaikan oleh JPU.

Kasus itu berawal Polres Aceh Barat resmi menahan Erwanty dan Desri Amalia dua tenaga medis honorer yang bertugas di RSUD CND Meulaboh pada 17 Januari 2019 lalu.

Keduanya disangkakan terlibat kasus meninggalnya pasien Alfa Reza (11) seusai disuntik pada Oktober 2018 silam dan sebelum menetapkan tersangka, polisi telah duluan memeriksa sejumlah pihak terkait, seperti manajemen rumah sakit, keluarga korban, saksi ahli, serta hasil laboratorium dari Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Banda Aceh.

Barang bukti (BB) yang disita dalam kasus ini berupa tiga alat suntik yang digunakan tersangka untuk menginjeksi korban dan satu botol obat. Kasus itu setalah dinyatakan lengkap (P21) dilimpahkan ke Kejari Aceh Barat dan diteruskan lagi ke PN Meulaboh.(Tribun/Red)

 

 

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS