13819 KALI DIBACA

16 Warga Divonis Peringatan, Sidang Pelanggaran Qanun Sampah

16 Warga Divonis Peringatan, Sidang Pelanggaran Qanun Sampah
example banner

BANDA ACEH I Realitas – Dinas Lingkungan Hidup Keindahan, Kebersihan dan Kota (DLHK3) bersama Satpol PP Kota Banda Aceh, Kamis (22/8) siang, menggelar sidang pelanggaran Qanun tentang Sampah dan Penertiban Umum, di Taman Sari (Taman Bustanussalatin). Dalam sidang tersebut 16 warga dijatuhi vonis.

Sidang penegakan qanun sampah dan penertiban umum itu, dihadiri Hakim H Totok dari Pengadilan Negeri Kota Banda Aceh, Jaksa Mursid dari Kejaksaan Negeri Kota Banda Aceh, dan penyidik Zakhwan.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Keindahan Kota (DLHK3) Banda Aceh,  Jalaluddin ST MT bersama Kasat Polisi Pamong Praja Muhammad Hidayat, juga hadir mendampingi hakim, jaksa, dan penyidik. Acara sidang ini juga diliput puluhan media elektronik, online, dan cetak, serta masyarakat.

Proses pengadilan terhadap 16 pelanggar qanun sampah dan penertiban umum ini diawali dengan pemeriksaan tersangka oleh masing-masing dinas. Tersangka pelanggar qanun sampah sebanyak 6 orang. Sebelum disidang, mereka disidik atau dibuatkan bukti acara pemeriksaan (BAP)-nya lebih dulu oleh penyidik PPNS atau jaksa yang sudah disiapkan oleh panitia penyelenggara sidang dari kedua dinas tersebut.

Tersangka pelanggar qanun sampah sebanyak 6 orang di BAP oleh tim penyidik dari Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Keindahan Kota Banda Aceh. Sedangkan tersangka pelanggar qanun ketertiban umum sebanyak 10 orang, di BAP oleh tim penyidik dari Satpol PP Kota Banda Aceh.

Pelanggar bersama barang buktinya dihadirkan ke persidangan. Barang bukti yang dihadirkan antara lain, puntungan rokok, sampah botol kemasan plastik, papan tempat jualan ikan. Pada umumnya tersangka pelanggar qanun penertiban yang tertangkap OTT, adalah pedagang ikan kaki lima, yang sering berjualan ikan di atas jembatan Pasar Ikan Peunayong dan lainnya.

Setelah jaksa membacakan dakwaannya, hakim menanyakan kepada terdakwa apa yang didakwa jaksa, tersangka mengangguk, tanda mengiyakan kesalahan yang dilakukan, hakim langsung mengetuk palu dan membacakan vonis. Vonis yang dijatuhkan hakim terhadap pelanggar qanun sampah dan penertiban umum bukan vonis denda atau kurungan badan, melainkan peringatan dan terdakwa untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya yang dilarang oleh qanun sampah dan qanun penertiban umum.

Usai persidangan, Hakim Totok mengatakan, pihaknya belum memberikan sanksi denda dan kurungan badan kepada pelanggar kedua qanun itu, karena menurut penjelasan kedua dinas yang mengelar sidang pelanggar qanun sampah dan penertiban umum, tahapan impelementasi kedua qanun itu baru tahap pemberian peringatan. Pelanggarnya diminta membuat surat pernyataan tidak melakukan pelanggaran kembali.

Plt Kadis Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Keindahan Kota (DLHK3) Banda Aceh, Jalaluddin menyatakan, belum diterapkan sanksi denda atau kurungan karena sementara ini baru tahap pemberian peringatan. “Sidang hari ini merupakan yang kelima,” jelasnya.(tribun/Red)

 

 

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS