15019 KALI DIBACA

11 Rumah Di Paya Bakong Rusak Akibat Angin Puting Beliung

11 Rumah Di Paya Bakong Rusak Akibat Angin Puting Beliung
example banner

LHOKSUKON I Realitas ‑ Belasan rumah di Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara, pada Kamis (1/8) malam rusak diterpa angin puting beliung. Rumah rusak yang sebelumnya disebut empat unit, kini bertambah menjadi 11 akibat hempasan angin dan tertimpa pohon. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun delapan rumah rusak berat sementara tiga lainnya rusak ringan.

Adapun delapan rumah yang rusak berat itu berada di dua desa. Empat rumah di Tanjong Beurunyong masing‑masing milik Aisah (25) janda dua anak, Salbiah (34),

Asmawati (26), dan Rusni (60) janda empat anak. Sementara empat rumah lainnya di Desa Leuhong milik Zulkifli (47), Halimadah Udep (78), Muhammad Munir (56)., dan Abdurraman (70). Sedangkan tiga rumah rusak ringan di Desa Tanjong Beurunyong masing‑masing milik Aminah (36), Halimah (45), dan M Yanis (38).

Keuchik Tanjong Beurunyong, Maimun kepada Serambi, kemarin mengatakan, salah satu rumah dengan kerusakan parah adalah milik Salbiah. Ibu rumah tangga bersama tiga anaknya itu terpaksa mengungsi, karena rumahnya yang sudah lapuk rusak parah tertimpa pohon pinang. “Barang dalam rumahnya ikut basah diguyur hujan deras. Memang angin kemarin sangat kencang yang disusul hujan deras,” ujarnya.

Sementara Keuchik Leuhong, Ali Hasan mengatakan, saat kejadian tersebut sebagian korban berada dalam rumah karena angin kencang disertai petir. “Korban sangat ketakutan saat kejadian itu. Tiba‑tiba atap rumah mereka sudah diterbangkan angin, sehingga warga semakin ketakutan. Beruntung tak ada yang terluka dalam kejadian tersebut,” jelasnya.

Petugas dari Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Paya Bakong Aceh Utara, A Syarifuddin SPd yang dikonfirmasi mengatakan, saat terjadi angin kencang para korban awalnya berada dalam rumah. Lalu, karena khawatir terjadi hal‑hal yang tidak dinginkan, mereka bergegas keluar dari rumah untuk  berteduh di bawah rumah warga lain.

“Tiba‑tiba saja, angin kencang yang melanda kawasan itu menerbangkan atap rumah warga di Desa Leuhong. Beruntung saat angin menerbangkan atap rumah tersebut, tidak ada korban yang terluka,” ujar Syarifuddin. Ditambahkan, setelah angin kencang menerbangkan atap rumah warga, tiba‑tiba hujan deras pun membasahi barang‑barang di dalam rumah.

Syarifuddin mengatakan, dirinya sudah datang ke lokasi kejadian untuk mendata para korban. Dalam dua bulan terakhir, kawasan Aceh Utara sudah tiga kali terjadi kerusakan rumah karena angin kencang. Sebelumnya saat angin kencang pada 27 Juli 2019, ada belasan bangunan rusak. Sedangkan pada 10 Juni 2019, sebanyak 34 bangunan rusak.

Pada bagian lain, petugas dari Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Paya Bakong, A Syarifuddin SPd menambahkan, sebanyak 18 jiwa dari empat keluarga di Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara, harus mengungsi ke rumah famili dan tetangganya, Kamis (1/8). Mereka menetap ke lokasi yang lebih aman karena rumahnya tak bisa ditempati lagi.

Dari Desa Blang Gunci, empat jiwa yang mengungsi yaitu Abdurrahman (70), Aminah (66), Amiruddin (24), dan Naylul Amina (14). Sedangkan dari Desa Leuhong, 14 jiwa yang mengungsi yaitu, Zulkifli (47), Nurmala (45), Karimuddin Hasbullah (22), M Nasir (20), Nasruddin (17), Afdha (6), Muhammad Syahrizal (4), Halimadah Udep (78), Alfian Akbar (25), Dara Darsyita (19), Muhammad Munir (56), Suryani (53), Muhammad Subki (11), dan Muhammad Rauf (9).

“Tadi saya ke lokasi untuk mendata. Saya sudah mendapatkan Kartu Keluarga (KK) dari empat korban tersebut guna memudahkan pendataan,” ujar Syarifuddin SPd. Disebutkan, di Leuhong ada satu keluarga yang mengungsi lumayan jauh dari rumahnya, tapi masih dalam kawasan desa tersebut.(Tribun/Red)

 

 

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS