33219 KALI DIBACA

Tanpa Pupuk Kimia, Koptan Panen Raya Jagung Dan Holtikultura Tanpa Pupuk Kimia

Tanpa Pupuk Kimia, Koptan Panen Raya Jagung Dan Holtikultura Tanpa Pupuk Kimia
example banner

Aceh Singkil | Realitas – Kelompok Tani (Koptan) Surya Holtikultura Desa Tanah Bara Kec. Gunung Meriah berhasil membudidayakan tanaman jagung, bawang merah, semangka, cabai dan buah naga, meski tanpa menggunakan pupuk berbahan kimia.

Selain jagung yang dikelola diatas lahan 2 lahan seluas 10 ha, dengan cara tumpang sari dengan tanaman holtikultura lainnya, bawang merah yang dibudidayakan Koptan itu juga sempat menghasilkan sebanyak 2 ton saat masa uji coba tahun lalu.

Ketua Kelompok Tani Surya Holtikultura Rasidin Combih dilokasi pertanian Desa Tanah Bara mengatakan, bawang merah uji coba tahun kedua. Tahun ini masih belum cukup usia panen dan masih butuh perawatan karena kondisi curah hujan tinggi.

Namun hari ini Koptan melaksanakan panen raya tanaman jagung yang kedelapan kali, jenis bibit bantuan Bisi 18 atau NK99, dan benih swadaya jenis p32. “Dipekirakan hasil panen mencapai 12-17 ton seperti tahun-tahun sebelumnya. Tahun lalu langsung tolak ke Pokpan di KIM Medan,” kata Rasidin.

Panen raya jagung sekaligus semangka langsung dilakukan oleh Bupati Dulmusrid, Kadis Pertanian Holtikultura H Sahbuddin, Kepala BPBD Aceh Singkil Mohd Ichsan, mewakili Dandim, Kapolres, Askep PT. Socfindo Lae Butar Abdul Wahab Daulay, Camat setempat serta Kelompok Tani dari berbagai desa lainnya.

Rasisin menyebutkan, sebelumnya pihaknya juga sudah memanen mencapai 4 ton cabai merah.
Keberhasilan pengelolaan lahan pertanian itu tidak terlepas dari dukungan pihak PT Socfindo. Sebab selama ini pengelolaan lahan pertanian tersebut pihaknya tidak memanfaatkan pupuk berbahan kimia. Namun mereka mendapat bantuan Solid atau sisa hasil pengolahan limbah sawit.

“Kalau memanfaatkan pupuk kimia untuk memaksimalkan hasil produksi, terasa berat dalam pembiayaan. Syukur ada bantuan Solid dari PT Socfindo, sangat membantu kami,” sebut Rasidin.

Dijelaskannya, bawang merah cocok ditanam di Aceh Singkil. Namun adahambatan pada musin penghujan, jadi penanamannya harus lihat cuaca.
Selama masa uji coba, pengelolaan bawang merah lebih baik ditanam saat musim kemarau. Sebab bawang merah saat curah hujan tinggi umbi bawang akan mengalami kebusukan. Lebih baik siram dengan manual. Bibit bawang diambil dari Pulau Jawa yakni, brebes dan nganjuk.

Disamping itu Koptan Surya Holtikultura berharap Pemerintah dapat memberikan bantuan mesin Komben Crown yang akan dimanfaatkan untuk pemanen jagung dan sudah langsung masuk karung, harap Rasidin.(Rostani).

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS