37419 KALI DIBACA

Klarifikasi Isu Referendum, Forkab Aceh Puji Sikap Mualem

Klarifikasi Isu Referendum, Forkab Aceh Puji Sikap Mualem
example banner

Blangpidie, Realitas – Dewan Pengurus Pusat (DPP) Forum Komunikasi Anak Bangsa (Forkab) Aceh, mengapresiasi dan memuji sikap kenegarawan yang ditunjukkan Muzakir Manaf atau akrab disapa Mualem selaku Ketua Dewan Pimpinan Aceh-Partai Aceh (DPA-PA), merangkap Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) setelah beredarnya vidio pendek permohonan maaf sekaligus klarifikasi isu Referendum yang sempat menghebohkan masyarakat Aceh.

Ketua Umum DPP Forkab Aceh, Polem Muda Ahmad Yani, kepada wartawanKamis (13/6) mengatakan, pihaknya sangat memuji dan mengapresiasi langkah Mualem tersebut. Ia menilai klarifikasi yang disampaikan Mualem melalui video pendek yang sempat beredar viral, adalah cerminan dari sikap kenegarawanan Mualem.

Apalagi Mualem merupakan sosok tokoh penting dalam perjuangan (eks Kombatan GAM), yang memiliki pengaruh di tengah masyarakat, terutama kalangan basis massa loyalis dan simpatisan Partai Aceh. 

Klarifikasi yang disampaikan Mualem lanjutnya, merupakan langkah maju dan bentuk kematangan intelektual dari seorang tokoh termuka di Aceh. Mualem tentunya memiliki jiwa visioner jauh menatap masa depan Aceh yang damai, aman dengan komitmen tinggi dalam bingkai NKRI.

Polem menambahkan, keputusan mantan Wakil Gubernur Aceh yang mencabut kembali pernyataannya itu, adalah bentuk ketulusan yang ingin agar masyarakat Aceh tidak kian terbelah dan larut dalam perbedaan pendapat, sehingga mengganggu pembangunan dan mengancam perdamaian.

Sebagai daerah bekas konflik tambahnya, Aceh dikenal sebagai daerah yang sangat rawan terjadinya perang. Aceh memiliki akar historis tersendiri, sebagai daerah yang  masyarakatnya gemar berperang, serta memiliki semangat patriotisme yang cukup tinggi, atas kedaerahannya. Konflik yang berkepanjangan, khususnya antara Pemerintah RI dan GAM, telah berlangsung sekian lama, yang akhirnya berhasil mencapai suatu kesepakatan damai, pada tanggal 15 Agustus 2005 silam.

Komitmen atas perdamaian, membutuhkan sikap kenegarawanan dari semua pihak, agar Aceh terus maju dan berkembang menata pembangunan yang lebih baik dan sejahtera. “Tuntutan referendum, merupakan tuntutan yang sangat sensitive. Sebab bisa mengusik ketenangan masyarakat, yang lagi merasakan aroma pembangunan, seiring otonomi khusus yang diberikan,” sebut Polem.

Mantan kombatan GAM Wilayah Blangpidie itu menilai, adanya butir-butir MoU Helsinki yang belum terwujud dan itu merupakan tugas dan PR bersama, khususnya pihak yang terlibat dalam kesepakatan damai, antara Pemerintahan RI dan GAM.

“DPP Forkab Aceh siap menjaga dan memperjuangkan butir-butir MoU Helsinki, serta mendesak agar semua element masyarakat, terus bersama-sama memperjuangkan turunan UUPA agar direalisasi selagi masih dikaridor yang benar membela hak masyarakat Aceh,” demikian tegasnya. (Syahrizal)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS