65019 KALI DIBACA

Kasus Tuntutan Pelepasan Lahan PTPN 1 Langsa Terus Berlanjut

Kasus Tuntutan Pelepasan Lahan PTPN 1 Langsa Terus Berlanjut
example banner

Langsa | Realitas – Aksi unjuk rasa, terhadap Perusahaan Perkebunanan PTP Nusantara I Langsa, yang dilakukan oleh berbagai ormas kepemudaan diwilayah tersebut dengan di prakasai oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Langsa Terus berlanjut, Senin (13/5/2019).

Bahkan dalam aksi kali ini, jumlah masa terlihat lebih banyak bila dibandingkan pada aksi sebelumnya, dimana dalam aksi kali ini terlihat adanya sejumlah organisasi pelajar setingkat perguruan tinggi seperti HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) serta organisasi pelajar lainnya.

 

Sesampainya di lokasi kantor Pusat PTPN 1 Langsa, para pendemo yang mengatasnamakan sebagai Aliansi Pemuda Mahasiswa Kota Langsa, silih berganti melakukan orasinya dipagar Kantor Pusat PTP Nusantara I Langsa.

 

Bahkan kedatangan para pendemo ini sejak awal tidak mendapat penyambutan yang baik oleh pihak PTPN 1 Langsa, bahkan para satpam dikator itu juga tidak memberikan pintu masuk kepada para wartawan yang melihat kejadian tersebut, sehingga terjadilah penolakan terhadap pintu pagar besi milik PTPN 1 Langsa yang kondisinya nyaris roboh.

Oleh para kalangan pemuda dan mahasiswa yang mendatangi tempat itu, sedang para aparat Polres Langsa bersama satpan PTPN 1 Langsa, sempat menahan guncangan pagar besi yang secara beramai-ramai hendak di robohkan oleh para pendemo tersebut.

Setelah terjadinya aksi tersebut, akhirnya direksi PTPN 1 Langsa Ari Maulana bersama dengan Irfan Edison mau menemui para pendemo didepan pintu pagar besi yang hendak di robohkan tadi.

Di depan komisaris dan direksi PTPN 1 Langsa, para pendemo ini mnyatakan sikapnya yang berbunyi:

1. Copot Dirut, Direksi dan Komisaris PTP N 1.

2) PTPN 1 mencabut kasasi di Mahkamah agung terkait permasalahan lahan HGU untuk pengembangan RTRW Kota Langsa.

3) Menuntut permintaan maaf security, karyawan, Direksi dan Dirut PTPN yang sipublikasi di media atas tindakan arogansi terhadap pemuda dan mahasiswa.

4) PTPN wajib mengkalarifikasi terkait pernyataan oknum bawahanya akan mengapikkan pembangunan RTH Kota Langsa yang viral di media sosial.

5) Security, karyawan, Direksi dan Dirut PTPN wajib beritikat baik dan bersikap bijak untuk menerima elemen pemuda, mahasiswa dan masyarakat ketika hendak melakukan audiensi.

6) PTPN harus transparan terkait penyakuran dan dan CSR dan Pola Plasma yang dileruntukan bagi masyarakat sekitarnya.

Selain itu ada tambahan tuntuntan yang di sampaikan oleh ketua KNPI Kota Langsa, Mukhtar AMD yang mendesak agara pihak Direksi, Dirut PTPN untuk segera melepaskan lahan yang ada di Gampong Bukit Rata Kecamatan Langsa Timur untuk di berikan kepada warga masyarakat yang ada didaerah itu.

Pasalnya didaerah itu, aparat Gampong (Desa) tidak bisa berbuat apa-apa untuk melakukan proses pembangunan baik untuk melakukan rehab rumah dan lain-lain.

Akibatnya para perangkat desa di tempat itu tidak bisa berbuat apa-apa, walaupun adanya dana desa yang diberikan oleh pemerintah pusat.

Menyikapi terhadap tuntutan tersebut, pihak PTPN 1 Langsa hanya bisa berjanji kepada para pendemo tersebut untuk menyampaikan semua persoalan dan tuntutan dimaksud akan disampaikan kepada pihak pemegang saham dan pihak Direksi yang ada di Jakarta.

Padahal sebelumnya, para pemuda dan mahasiswa yang melakukan aksi demo ini telah menyampaikan kalau seluruh tuntutan yang ada serta aksi demo yang terjadi diwilayah pemerintah kota Langsa, termasuk pengajuan pembebasan lahan di Gampong Bukit Rata Kecamatan Langsa Timur, keseluruhanya telah di sampaikan keberbagai pihak yang terkait termasuk kepada Menteri BUMN yang berpusat di Jakarta. (Effendi Musa)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS