34619 KALI DIBACA

Peringati Isra Miraj, Puskiyai Aceh Undang Penceramah Dari Malaysia

Peringati Isra Miraj, Puskiyai Aceh Undang Penceramah Dari Malaysia
Foto Realitas/Syahrizal Syech H Muhammad Hafidz memberikan tausiah dalam rangka peringatan Isra Miraj Nabi Besar Muhammad SAW di Dayah Manyang Puskiyai Aceh.

Blangpidie | Realitas – Dayah Manyang Puskiyai Aceh yang beralamat di Desa Kayee Aceh, Kecamatan Lembah Sabil, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengundang Penceramah dari kewarganegaraan Malaysia dalam rangka memperingati Isra Miraj Nabi Besar Muhammad SAW, Rabu (3/4/2019) di pesantren setempat.

Dalam acara peringatan perjalanan Nabi tersebut, Dayah Manyang Puskiyai juga mengundang ratusan jamaah dari berbagai kalangan pengajian baik dari Abdya hingga Kabupaten tetangga lainnya seperti Aceh Selatan dan Nagan Raya.

Acara itu mengundang penceramah dari Malaysia, Syech H Muhammad Hafizd guru besar di Yayasan Al Jindrami Malaysia.

Juga turut dihadiri Kapolres Abdya AKBP Moh Basori SIK, Dandim 0110/Abdya Letkol Arm Iwan Aprianto SIP, Pimpinan Dayah Manyang Puskiyai Aceh Tgk H Farmadi ZA MSc dan para tamu undangan lainnya serta para jamaah arbain se Abdya.

Acara yang berlansung khitmat tersebut juga disejukkan dengan suasana pemandangan sungai krueng Baru yang dapat dilihat langsung dari lokasi komplek Dayah Manyang.

Dalam kesempatan itu, Kapolres Abdya AKBP Moh Basori SIK menyampaikam pesan dan kesan beliau selama berada di Abdya.

Pihaknya meminta kepada para jamaah untuk senantiasa menjaga silaturahmi dan bersatu untuk menjaga ketetiban dan keamanan di lingkungannya masing-masing.

Apalagi saat ini sudah mendekati musim Pemilu agar menjaga kedamaian hingga pemilu kedepan sukses.

Disamping itu, Dandim 0110/Abdya Letkol Arm Iwan Aprianto SIP menyampaikan salam perkenalan dengan para jamaah.

Dalam parayaan Isra Miraj itu, ia mengajak untuk saling menjaga persatuan dan kesatuan demi keutuhan bangsa Indonesia ini.

Pimpinan Dayah Manyang Puskiyai Aceh Tgk H Farmadi ZA MSc memperkenalkan bagaimana kondisi Dayah Manyang Puskiyai Aceh.

Dimana Puskiyai memprogramkan Fakulti ilallahdi.

“Di Puskiyai tidak ada santri dan memang tidak menerima santri, maka disini kita lebih kepada mahasantri yaitu tempat menuntut ilmunya untuk ibu dan ayah, atau disebut warga emas,” ungkapnya.

“Kita disini ada program arbain (40) yakni shalat lima waktu berjamah delapan hari delapan malam hingga menjadikan kita lebih dekat dengan Allah SWT,” sambung Tgk Farmadi.

Katanya, ini merupakan dayah orang tua tapi bukan panti jompo.

Orang tua di didik untuk mengupgrade ilmu agama mereka agar lebih berkualitas lagi.

Tgk H Farmadi juga mengajak para jamaah untuk berdoa dalam acara Isra Miraj tersebut.

Beliau juga memperkenalkan bahwa Dayah Manyang Puskiyai Aceh memiliki replika ka’bah untuk edukasi manasik haji dan umrah.

“Bagi para jamaah boleh menggunakan fasilitas itu untuk manasik,” demikian tuturnya.

Terakhir dipenghujung acara, Syeh Haji Muhammad Hafizd, memberikan tausiah tentang pemersatu ummat di dunia ini adalah Islam.

Terutama dengan kesamaan hati yang penuh keyakinan untuk hadir pada sebuah majlis dakwah dalam rangka menghadiri peringatan Isra Miraj di Dayah Manyang Puskiyai Aceh.

Katanya, jarang sekali orang belajar bagaimana menghadapi mati karena kita harus belajar hidup untuk mati.

“Maka dari itu, untuk menghadap sang khalid yaitu Allah SWT kita harus belajar dalam hidup ini tentang ilmu menghadap Allah SWT,” ujarnya.

Diakhir kata, Syeh Hafidz mengajak saling menjaga persatuan dan kesatuan.

“Kita serunpun sesama bangsa melayu meski kita beda negara tapi dipersatu dengan ukhwah Islamiah,” demikian ulasnya. (Syahrizal/iqbal)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS