31619 KALI DIBACA

Terkait Kelola BUMG, P2SKP Bintek 152 Desa Di Abdya

Terkait Kelola BUMG, P2SKP Bintek 152 Desa Di Abdya
Foto: realitas/Syahrizal Salah satu pemateri dari Kemendagri memberikan bahan bintek tentang BUMG kepada puluhan peserta dari masing desa dalam Kabupaten Abdya di Aula Hotel Gren Lauser, Blangpidie, Rabu (12/12/2018).
example banner

Blangpidie | Realitas – Pusat Pelatihan dan Sosialisasi Kebijakan Pemerintah (P2SKP) menggelar bimbingan teknis (Bintek) terhadap 152 desa (gampong) yang ada di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dalam rangka peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) pengurus Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) agar mampu menuai penghasilan gampong yang lebih memadai.

Kepala Bidang Kerjasama sekaligus penanggung jawab kegiatan, Rian, Rabu (12/12/2018) menjelaskan, acara tersebut digelar mulai dari tanggal 12 sampai dengan 18 Desember 2018.

Masing-masing desa mengirim empat orang aparaturnya untuk mengikuti bintek selama dua hari berturut-turut untuk setiap desa.

Dalam kegiatan pelatihan ini, lanjut Rian, setiap peserta mendapatkan giliran dengan jadwal yang sudah ditentutakan pihaknya.

Dimana, untuk setiap tahapannya diikuti dua kecamatan hingga berakhir pada tanggal 18 Desember mendatang.

“Kita mengelompokkan peserta itu ditiga lokasi yang berbeda.

Dalam hal ini, kita mengundang pemateri dari Kementerian Dalam Negeri termasuk pihak Kejaksaan dan Polres Abdya juga dari Perbankan yang mengerti tata kelola BUMG dimaksud,” ungkapnya.

Adapun materi yang diberikan bersifat lebih kepada pengelolaan asset gampong, tata kelola Dana Gampong juga untuk meningkatkan penghasilan dalam pengelolaan BUMG serta pembentukan BUMG itu sendiri.

“Kita membantu perangkat gampong untuk mengelola dana desa tersebut dengan benar, sehingga akan terserap dengan maksimal dalam pelaksanaanya.

Pelaksanaan ini penting, apalagi untuk persiapan pengelolaan anggaran ditahun yang akan datang,” tutur Rian.

Dikatakannya, dengan bintek tersebut, perangkat gampong bisa mendapatkan ilmu dan wawasan dan ilmu agar mengerti tentang tatacara pengelolaan dana desa yang benar agar lebih teradministrasi dan bermanfaat kepada masyarakat.

Banyak desa di Indonesia yang menjadi percontohan untuk desa lainnya.

Terutama dalam pengelolaan asset Bumdes. Mereka memiliki ide dan potensi untuk meningkatkan pendapatan sehingga asset yang mereka miliki mampu meningkatkan pembangunan dalam desa itu sendiri.

Terakhir Rian menerangkan, kalau pihaknya sengaja bekerja sama dengan menghadirkan pihak terkait seperti Kejaksaan dan Kepolisian agar pihak desa tidak sungkan dan lansung bertatap muka untuk berkonsultasi masalah pengelolaan dana desa yang benar dan tidak terjerat dengan hukum. (Syahrizal/iqbal)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS