36319 KALI DIBACA

Kisah Tangis Menyabut Kedatangan Jenazah Jepri Kejadian Penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)

Kisah Tangis Menyabut Kedatangan Jenazah Jepri Kejadian Penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)
example banner

Serdang Bedagai | Realitas – Peti jenazah Jepri Mare-mare (28) tiba dirumah duka di iringi tangisan dari keluarga duka dan famili ungkapnya di Dusun I, Desa Sei Belutu, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) dengan pengawalan Polres Sergai dan TNI, Sabtu (8/12/2018) pagi.

Jepri merupakan salah satu korban yang tewas akibat penembakan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah Kabupaten Nduga, Papua, Minggu (2/12/2018) yang lalu.

Setibanya jenazah dirumah duka, jeritan histeri Sonti Boru Sirait orang tua dari jefri (55) saat melihat anak keduanya datang dalam kondisi dalam peti Jenazah.

Bahkan Boru Sirait meminta agar peti jenazah dibuka agar bisa melihat wajah anaknya untuk terakhir kali sambil meratab dan memohon kepada pembawa peti jenazah.

Sementara kapolres Sergai AKBP H Juliarman Eka Putra Pasaribu saat melayat kerumah duka tidak memeberikan izin peti jenazah dibuka.

Melihat kondisi mayat sudah 6 hari sudah mulai membusuk dan mengeluarkan aroma tidak sedap.

“Maaf bu, bukan kami tidak mengizinkan dibuka, namun kondisi mayat sudah beberapa hari, maka peti tidak dapat kita buka,” mohon Kapolres.

Dari pantauan Realitas, situasi di rumah duka saat diturunkan berita ini masyarakat sekitar masih berduyun-duyun ingin menyaksikan jenazah jefri yang meninggal akibat di tembaki KKB di Papua. (J.Irwansyahsilitonga/iqbal)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS