35419 KALI DIBACA

Warga Resah, Erosi Sungai Ancam Sejumlah Rumah Di Abdya

Warga Resah, Erosi Sungai Ancam Sejumlah Rumah Di Abdya
Foto: Realitas/Syahrizal Beberapa tanaman warga amblas kedalam sungai di Desa Meurandeh, Kecamatan Lembah Sabil, Kabupaten Abdya akibat diterjang arus air beberapa waktu lalu. foto direkam, Jumat (19/10/2018)
example banner

Blangpidie | Realitas – Sejumlah warga yang bermukim di pinggir daerah aliran sungai (DAS) Krueng Manggeng dan Tangan-Tangan, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mulai resah dengan erosi yang terjadi pada tebing sungai.

Pasalnya, areal perkebunan yang berada tepat dibelakang rumah mereka terus menyusut akibat terkikis arus air.

Kejadian itu terpantau dibeberapa titik lokasi.

Seperti erosi yang terjadi di Desa Meurandeh dan Tokoh II, Kecamatan Lembah Sabil. Ganasnya arus Krueng Manggeng membuat tebing tanpa pengaman itu rusak hingga membuat tanaman disekitarnya ikut terseret arus.

Bahkan ganasnya arus Krueng Manggeng juga menggerus sejumlah tebing di Desa Tengah, Tokoh, Blang Manggeng dan Sejahtera, Kecamatan Manggeng.

Lokasi areal perkebunan warga mulai terjadi penyusutan karena erosi.

“Harusnya tanah warga dilokasi ini sangat luas, tapi sekarang sudah berkurang hingga beberapa meter karena lonsor.

Bahkan tanaman seperti, kelapa, pisang dan pinang serta coklat juga ikut terseret arus ketika air sungai meluap,” kata Kepala Desa Meurandeh, F Radhianto kepada wartawan, Jumat (19/10/2018).

Menurutnya, untuk mengantisipasi erosi itu, perlu adanya pengaman tebing.

Kalau bisa dengan menggunakan batu gajah, karena arus Krueng Manggeng sangat kuat tidak mampu ditahan apabila menggunakan tanggul beronjong.

“Jika menggunakan tanggul beronjong, dalam beberapa tahun sudah hancur diterjang air.

Apalagi kalau ikatannya tidak kuat, maka batu yang tersusun dalam jaring kawat itu akan hancur bertaburan karena tak sanggup menahan dorongan air,” katanya.

Sejauh ini, lanjut Radhianto, pihaknya baru bisa membuat sebatas laporan kepada instansi terkait melalui pihak kecamatan terkait dengan rusaknya tebing dan tanaman warga tersebut.

“Kalau terus dibiarkan, bukan hanya tanaman ataupun tanah yang akan menyusut, pemukiman penduduk yang berada di pinggir DAS Krueng Manggeng juga akan ikut terseret nantinya,” ujarnya singkat.

Kondisi serupa juga mengancam sejumlah pemukiman penduduk yang berada di pinggir Krueng Tangan-Tangan.

Arus air yang sangat tidak bersahabat mulai merusak tebing sungai yang berada di Desa Pante Geulumpang, Mesjid, Drien Jaloe dan Padang Kawa.

Tanah warga yang berada dipinggir sungai mulai lonsor antara 2-4 meter. Awalnya luas, sekarang tinggal beberapa meter lagi dengan rumah warga.

“Hampir setiap air sungai meluap, ada saja tebing sungai yang lonsor. Kali ini lebih parah dari sebelumnya.

Apalagi saat ini sedang musim penghujan, bisa-bisa erosi semakin mengganas,” kata Irwan didampingi kerabatnya Laidin yang tinggal di Desa Pante Geulumpang, Kecamatan Tangan-Tangan.

Pihaknya berharap pemerintah bisa membangun tebing pengaman disekitar lokasi sungai ini.

Selain menghambat erosi, juga bisa mencegah terjadinya banjir luapan.

“Kami berharap pemerintah segera merespon kondisi ini.

Jangan sampai sudah parah baru memikirkan perbaikan, padahal mencegah lebih baik dari pada memperbaiki,” tuturnya singkat.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya, Amiruddin mengaku kepada wartawan, akan segera meninjau lokasi dampak gerusan DAS dibeberapa titik tersebut.

“Kita akan tinjau satu persatu dampak erosi itu, selanjutnya akan kami lapor kepada pimpinan,” demikian singkatnya. (Syahrizal)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS