53219 KALI DIBACA

Bupati Aceh Selatan: Sebelum Menjalankan Tujas, Saya Terlebihdahulu Jumpa Pers Sama Wartawan

Bupati Aceh Selatan: Sebelum Menjalankan Tujas, Saya Terlebihdahulu Jumpa Pers Sama Wartawan
Teks photo: Bupati dan Wakil Bupati Aceh Selatan, H. Azwir, S. Sos-Tgk Amran sedang melakukan copy morning dengan awak media, berlangsung Selasa (2/10/2018) di ruang rapat Sekdakab, lantai dua.
example banner

Tapaktuan I Realitas – Bupati Aceh Selatan, H. Azwir, S.Sos dan Wakil Bupati, Tgk Amran, memaparkan. “Sebelum kami mulai tugas pemerintahan dalam kabupaten ini, terlebih dahulu melakukan pertemuan Pers dengan rekan-rekan wartawan”.

Sebab katanya, sehebat apapun kita dalam memimpin kabupaten/kota, provinsi dan negara, tanpa kerjasama dengan wartawan, baik itu, media cetak maupun elektronik, kita tidak ada artinya. Termasuk dari berbagai lini masyarakat.

Sebab wartawan merupakan mitra pemerintah, kemudian pekerjaan itu merupakan pekerjaan yang mulia, karena media bisa membawa wacana baik untuk kemajuan daerah. Apalagi perkembangan pembangunan.

Pasangan Bupati/Wakil Bupati, H. Azwir, S.Sos-Tgk Amran dengan julukan AZAM, juga menyampaikan bahwa selama dia memimpin Aceh Selatan, mereka siap dikeritik dan tidak elergi menerima kritikan.

Namun demikian, asalkan keritikan untuk membangun, dan jangan ada unsur fitnah.

“Sebab fitnah cukup berat dosanya, bahkan lebih berat dari pembunuhan,” imbuhnya.

Pemaparan tersebut disampaikan oleh bupati/wakil bupati, serangkaian copy morning atau silaturrahmi dengan puluhan wartawan, baik media cetak, elekronik maupun online, juga ikit dihadori Sekdakab, H. Nasjuddin, SH, MM, para asisten termasuk Kabag Humas Sekdakab, Masriadi, M. Si. MM.

Acara tersebut berlangsung Selasa (02/10/2018) di ruang rapat sekdakab kantor bupati lantai II jalan T. Ben Mahmud Tapaktuan dengan suasana mencair suasan pada ruang pertemuan yang cukup bersahabat itu.

Bupati H. Azwir, mengharapkan kepada para wartawan, jangan sungkam-sungkam menghubungi saya baikpun wakil saya, baik langsung, telepon, SMS, ataupun melalui Kabag Humas, tuturnya.

Dalam hal santunan kematian, itu langsung dijawab oleh Sekda, H. Nasjuddin, SH. MM juga selalu modirator pertemuan menjelaskan, bahwa masalah santunan kematian, berfariasi.

Seperti bila ada masyarakat yang meninggal mempunyai tanggunhjawab, akan mendapatkan santunan Rp. 5.000.000,-, dalam arti kata, mempunyai anak kandung.

Sedangkan yang tidak mempunyai tanggung jawab, anak kandung, akan mendapatkan santunan Rp 3.500.000,-.

Bagi PNS bila meninggal tidak mendapatkan santunan sosial ini, karena dia sudah dibantu oleh pihak Taspen.

Terkecuali istri/suami salah seorang tidak PNS, ia sama mendapatkan santunan kematian Rp 5.000,000,_.

Kemudian bagi anggota keluarga lanjut usia berumur di atas 60 tahun mendapatkan santunan kematian Rp 2.500.000,_ sedangkan anggota keluarga berusia satu tahun sampai dengan belum menikah sebesar Rp 2.500.000,_.

Dan anggota warga dibawah satu tahun, tidak mendapatkan santunan kematian.

Nasjuddin melanjutkan, dana kematian pada ayat (1) dan (2) tidak diberikan apabila penduduk yang meninggal dunia diakibatkan oleh bencana besar, narkotika, obat-obat terlarang dan bunuh diri.

Pada ayat (2) juga dikatakan, kecuali PNS, Pensiunan PNS, TNI/Pensiunan TNI, Polisi/Pensiunan polisi, karyawan BUMN, Karyawan BUMD dan profesi lainnya yang mendapatkan uang duka dari negara maupun perusahaan, akhirnya.(Mr. Zulmas)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS