57019 KALI DIBACA

Tahun 2018, Tercatat 56 Kasus DBD Di Abdya

Tahun 2018, Tercatat 56 Kasus DBD Di Abdya
Foto: Plt Kadinkes Abdya, Safliati SST MKes.
example banner

Blangpidie | Realitas – Sepanjang kurun waktu Januari hingga September 2018, Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mencatat sedikitnya 56 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terjadi hampir setiap Kecamatan dalam Kabupaten setempat.

Guna mencegah bertambahnya korban DBD, petugas diturunkan untuk melakukan fogging di setiap pemukiman warga.

“Sampai bulan September, baru tercatat sekitar 56 kasus DBD berdasarkan laporan dari masing-masing Puskesmas di Abdya.

Tahun ini, sudah menurun meskipun masih mencapai angka puluhan,” kata Plt Kepala Dinkes Abdya, Safliati SST Mkes kepada wartawan, Kamis (20/9/2018).

Dia menyebutkan tingkat kepedulian masyarakat terhadap wabah penyakit yang ditimbulkan dari nyamuk Aides aegypti sudah mulai tinggi.

Akan tetapi, Dinkes tidak hentinya melakukan sosialisasi dalam menumpas penyakit yang sangat berbahaya bahkan mematikan tersebut.

“Kita terus mengingatkan masyarakat tentang pentingnya kesadaran dalam menjaga lingkungan tetap bersih, asri, sehingga nyamuk mematikan itu tidak tumbuh dan berkembang disekitar rumah.

Selain itu, petugas juga diturunkan untuk membasmi nyamuk,” sebut Safliati.

Safliati mengaku kalau petugas dalam beberapa bulan lalu terus berpatroli melakukan fogging di berbagai desa yang masuk dalam kawasan endemis nyamuk demam berdarah.

Dikatakan Safliati, sejauh ini, kasus Demam Berdarah yang ditemukan tersebut, masih bisa ditanggulangi oleh pihak Rumah Sakit Umum Tengku Peukan (RSUTP) Abdya.

“Dari data yang kita peroleh, tidak ditemukan adanya pasien yang meninggal dunia karena diserang DBD, karena semuanya masih bisa teratasi,” ungkapnya.

Demikian juga, titik-titik penemuan 56 kasus DBD tersebut sudah ditangani, dengan upaya fogging.

“Kita berharap kedepan, Abdya akan terbebas dari kasus DBD.

Tentunya dengan dukungan bersama dari masyarakat agar bisa menjaga lingkungannya masing-masing lebih maksimal lagi,” harap Safliati.

Dari 56 kasus DBD tersebut, Dinkes Abdya menemukan tujuh kasus di Puskesmas Lembah Sabil, satu kasus di Puskesmas Manggeng, dua kasus di Puskesmas Bineh Krueng, dua kasus di Puskesmas Tangan-Tangan, sembilan kasus di Puskesmas Blangpidie, 12 kasus di Puskesmas Susoh, 11 kasus di Puskesmas Sangkalan, lima kasus di Puskesmas Jeumpa, tiga kasus di Puskesmas Alue Pisang, dua kasus di Puskesmas Kuala Batee dan dua kasus di Puskesmas Babahrot.

“Dari 13 Puskesmas di Abdya, hanya Puskesmas Lhang dan Ie Merah yang tidak ditemukan kasus DBD terhitung dari Januari hingga September ini,” demikian sebut Safliati. (Syahrizal)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS