86819 KALI DIBACA

Pembangunan Gedung Pelayanan UPTD Satu Atap Diduga Tanpa Pengawasan Consultants Lapangan

Pembangunan Gedung Pelayanan  UPTD Satu Atap Diduga Tanpa Pengawasan Consultants Lapangan
example banner

 

Aceh Timur I Realitas – Pembangunan Gedung Pelayanan UPTD Satu Atap diduga tidak diawasi oleh Superpesi consultants lapangan, hal tersebut membuat kekhawatiran terhadap pembangunan proyek, timbulnya layak atau tidaknya dalam pembangunan Proyek tersebut, demikian disampaikan oleh Ketua Forum Peduli Rakyat Miskin (FPRM) Nasruddin kepada wartawan, Rabu (19/9/2018).

Anehnya, kejadian seperti ini terjadi dipembagunan Gedung Pelayanan Satu Atap UPTD Aceh timur dengan kucuran dana mencapai miliaran Rupiah tanpa diawasi secara profesional, hal seperti ini bukan terjadi yang pertama kalinya.

Proyek Pembangunan Gedung Pelayanan UPTD Satu Atap

Pembangunan proyek tersebut tergolong dalam kategori yang sangat terhebat, dimana pembangunan ini dikerjakan tanpa diawasi oleh consultants supervisi dilapangan sehingga menjadikan salah satu bangunan terhebat di dunia.

“Seperti inilah contoh proyek di Aceh saat ini,” ujar Nasruddin.

Saat ini, pemerintah Provinsi Aceh telah mengolontorkan anggaran pembangunan tersebut melalui Satker Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh (Otsus) tahun 2018  dengan pagu Rp 4.500.000.000,00.

Harga perkiraan sendiri  (HPS) Rp 4.450.000.000,00 dimenangkan oleh PT.EKHA NADI PRATAMA Jln. Iskandar Muda No. 292 Kota Langsa dengan nilai Rp 4.225.690.000,00, Belum lagi Anggaran Pengawasan yang selama ini dikeluarkan oleh pemerintah dalam Pembangunan Gedung Pelayanan Satu Atap PPN Idi, Kategori Jasa Konsultansi Badan Usaha instansi Pemerintah Daerah Provinsi Aceh melalui Satker Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh pagu Rp 130.000.000,00.

“HPS    Rp 130.000.000,00 dimenangkan oleh CV. BUILCO Jl. T. Hasan Dek No. 126, Beurawe, Kota Banda Aceh Rp 124.190.000,00 juta Rupiah jadi sia sia,” ungkap Nasruddin.

Saat dikonfirmasi, Kepala Unit UPTD PPN Idi Ermansyah mengatakan bahwa, mereka sudah gerah dengan ulah dari pihak consultants supervisi dilapangan, sudah setiap hari harus kita yang  kontrol mereka, namun tidak pernah diindahkan oleh para anak buahnya perusahaan Consultants tersebut,  “Kita sudah capek mengingatkannya,” ujarnya.

Ditempat terpisah, Media ini kembali menghubungi Direktur CV.Builco melalui telepon selulernya, Zubir mengatakan bahwa dirinya memang pemilik perusahaan tersebut dan secara otomatis penanggung jawab dalam hal ini.

“terkait dengan permasalahan tidak adanya anak buahnya dilapangan ini tidak mungkin, kerena setiap hari ada Saya terima laporan, kalau tidak sepenuhnya keberadaan anak buahnya dilapangan itu saya tidak tahu,” katanya,

“kalau memang benar seperti itu, segera Saya tanyakan dulu kepada Akbar pelaksana kegiatan lapangan, jika benar demikian akan saya evaluasi kinerja mereka,” tutup Zubir Direktur CV.Builco.(Hasbi Abubakar/Feri)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS