135819 KALI DIBACA

Rekanan Proyek Pembangunan Waduk Di Desa Seuneubok Praden Tidak Benar Proyek Itu Terbengkalai

Rekanan Proyek Pembangunan Waduk Di Desa Seuneubok Praden Tidak Benar Proyek Itu Terbengkalai
example banner

Bireuen I Realitas – Rekanana Proyek pembangunan Waduk Di desa Seuneubok Praden membantah tidak benar proyek itu terbengkalai.

Terkait pemberitaan proyek yang sempat di beritakan media ini rekanan membantah kalau pekerjaan itu, terbangkalai.

Puluhan miliar rupiah anggaran yang dikucurkan pemerintah pusat, untuk pembangunan waduk di Desa Seuneubok Praden, Kecamatan Juli dituding tidak memberi manfaat, malah mega proyek itu dikabarkan sempat terbengkalai dan kini baru dikerjakan kembali.

Beberapa warga yang ditemui Media ini Senin (17/9/2018) M. Yusuf ibrahim menuding pihak rekanan tidak mengerjakan proyek itu sesuai spesifikasi teknis.

Sehingga, miliaran anggaran publik sia-sia dan diduga jadi ladang korupsi.

Munir ( 45) yang mengaku selaku rekanan proyek itu, yang di dampingi Pasi intel kodim yang di temui media ini Kamis (20/9/2018) di Bireuen sekitar jam 20.00 WIB pihak nya membantah tudingan warga yang megatakan kalau proyek yang mereka kerjakan itu terbengkalai, dirinya melanjutkan Kalau nama perusahaan PT. Akmal putra jaya, yang megerjakan proyek itu, dengan nilai anggaran sekitar 5.2 M.

Lebih lanjut Munir menjelaskan proyek yang sedang kami kerjakan ini, bukan terbengkalai kemaren sempat terhenti di kerenakan kondisi hujan pada saat proyek iu sedang dikerjakan.

Dan proyek ini akan kami kerjakan sesuai RAB Gambar perencanaan ungkapnya Kepada media ini, ujar Munir.

Namun di sela-sela awak media yang sedang konfirmasi kontraktor pekerjaan proyek itu, malah Pasi Intel Kodim Bireuen, Provinsi Aceh Kapten Mas Hudi, sedikit muncul kemarahan lalu megatakan kalau bahasa kau itu, terbengkalai membuat masyarakat lain pemahamanya gara-gara kau bapak ini di panggil polisi, ujar kapten Mas Hudi Kepada Wartawan Media Realitas.

Namun awak media ini sempat bingung dengan bahasa yang di lontarkan Pask intel itu, seperti bukan perwira, dari bahasa nya sedangkan kontraktor yang juga pelaksana proyek itu, malah terlihat sangat santai memberikan keterangan nya kepada media ini, aman dan nyaman saat di temui media ini.

Media ini terus melakukan investigasi kelapangan terkait proyek tersebut.

Sebelumnya diberitakan media ini, Diduga Dibangun Asal Jadi, Proyek Waduk Seuneubok Praden Selasa 18 September 2018, Diduga Dibangun Asal Jadi, Proyek Waduk Seuneubok Praden Kecamatan Juli Provinsi Aceh Terbengkalai, Ujar tokoh Masyarakat M.Yusuf Ibrahim Kepada Media ini.

Puluhan miliar rupiah anggaran yang dikucurkan pemerintah pusat, untuk pembangunan waduk di Desa Seuneubok Praden, Kecamatan Juli dituding tidak memberi manfaat, malah mega proyek itu dikabarkan sempat terbengkalai dan kini baru dikerjakan kembali.

Sejumlah warga yang ditemui Media Realitas,Senin (17/9/2018) menuding pihak rekanan tidak mengerjakan proyek itu sesuai spesifikasi teknis,sehingga, miliaran anggaran publik sia-sia dan diduga jadi ladang korupsi.

Mereka juga menuduh, pekerjaan itu hanya akal-akalan, untuk merampok uang rakyat berkedok proyek siluman.

Meski saat ini, sedang dikerjakan lagi dari sumber alokasi dana yang berbeda dari sebelumnya.

“Kami tidak tahu perusahaannya tetapi kontraktor proyek ini kabarnya Toke Mukhlis adik bupati,” ungkap warga yang tidak mau ditulis nama.

Menurut mereka, sejak dulu sampai kini di lokasi proyek yang disebut-sebut bernilai Rp 9 miliar, tidak pernah ada papan nama proyek,sehingga warga tak tahu siapa pelaksana proyek waduk itu.

“Pekerjaan fisik yang kini sedang berjalan merupakan tahap ke tiga,karena sudah dua kali kerja dan berhenti, sekarang mulai dikerjakan lagi,meski menguras anggaran cukup besar, tetapi petani tetap harus membuat sumur sendiri, agar dapat memenuhi kebutuhan air untuk tanaman mereka,”ungkap salah seorang warga Seuneubok Praden.

“Ji kroek waduk ditimboen paya lagee galak droe jih, tan manfaat bagi masyarakat (dikeruk waduk ditimbun rawa sesuka hati, tanpa memberi manfaat bagi masyarakat-red),” tambahnya.

“kami kecewa sewaktu di kerjakan oleh Mukhlis, Dirut PT. Takaneya Perkasa Grub,karena proyek ini memakan dana yang luar biasa besar, tapi tidak ada manfaat bagi petani,Pekerjaan itu hampir setiap tahun dilaksanakan tapi seperti itu lah kondisinya,” ungkap Sekretaris Desa Hamdadi 46 tahun Seuneubok Peraden Kecamatan Juli Kabupaten Bireuen yang menjabat sejak 2009 ,kepada media ini,”.

Hingga berita ini diturunkan Dirut PT. Takaneya Perkasa Grub belum bisa dikonfirmasi.(M.Reza)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS