Warga Bireuen Apresiasi Kinerja Polisi

oleh -240.759 views
oleh

BIREUEN | Realitas-Buntut keberhasilan aparat kepolisian yang membongkar penimbunan BBM subsidi dari SPBU Cot Gapu, mendapat apresiasi masyarakat setempat. Bahkan, para netizen sangat antusias mengikuti informasi tindak kriminal tersebut melalui media sosial.

Pasalnya, publik sangat kecewa dengan sikap pemerintahan Jokowi yang membatasi suplai BBM bersubsidi. Ditambah, lagi kecurangan pengelola SPBU nakal yang mempermainkan distribusi BBM subsidi selama ini. Sehingga, kelangkaan premium dan solar selalu terjadi setiap hari. Ironisnya, aparat penegak hukum terkesan tutup mata terhadap persoalan tersebut.

Namun, begitu mencuat kasus penimbunan minyak oleh pihak SPBU 14.243.427 di Cot Gapu, Bireuen yang berhasil diungkap polisi. Publik kembali merasa gembira atas sikap tegas penegakan hukum ini. Konon lagi, akibat perbuatan para pelaku, sangat merugikan rakyat yang menjadi sasaran penerima subsidi BBM.

BACA JUGA :  Rutan Kelas I Labuhan Deli Menjalin Sinergisitas Instansi Dengan Silaturahmi Bersama Tokoh Sgama, TNI POLRI, Imigrasi, PLN dan PELINDO Belawan

“Berkat pengungkapan kasus penimbunan premium, kami sudah bisa membeli bensin lagi seperti dulu. Semoga polisi konsisten dan benar-benar serius menuntaskan kejahatan ini hingga ke meja hijau, seret siapapun yang terlibat dibelakang para pelaku itu,”ungkap lely wahyuni warga lhok Awe Kecamatan Kuala.

Hal senada juga dikemukakan oleh netizen dengan akun Facebook Riky Kopastel yang meminta kasus itu segera dituntaskan. Selain juga komentar lainnya dari para penjelajah dunia maya, khususnya mereka yang meluapkan kekesalan akibat ketamakan pihak manajemen SPBU. Sehingga sejak delapan bulan terakhir premium dan solar sangat sulit ditemui.

BACA JUGA :  STMA Trisakti Sukses Selenggarakan Babak Final Olimpiade Asuransi dan Aktuaria serta Kompetisi Pemberian Literasi Asuransi Tingkat Nasional Tahun 2026

“Kami berharap polisi mampu bekerja secara profesional mengungkap kasus ini, jika pemilik SPBU ikut terlibat, polisi kami minta harus berani memprosesnya,”

Hal tersebut seperti yang sempat di beritakan media ini sebelumnya. (reza)