57819 KALI DIBACA

Ratusan Pedagang Pasar Inpres Tapaktuan Berdemo ke Kantor Bupati dan DPRK

Ratusan Pedagang Pasar Inpres Tapaktuan Berdemo ke Kantor Bupati dan DPRK
Ratusan pedagang Pasar Inpres Tapaktuan, lancarkan demo ke Kantor Bupati dan Gedung DPRK Aceh Selatan, berlangsung Kamis (12/4/2018) pukul 14.00 WIB siang.MEDIA REALITAS/ZULMAS

ACEH SELATAN-REALITAS:Hampir tiga ratusan orang pedagang pasar inpres Tapaktuan lakukan aksi demo ke kantor Bupati Jalan T. Ben Mahmud dan ke gedung DPRK Aceh Selatan, sempat terjadi aksi dorong mendorong, berlangsung Kamis (12/4/2018).

Aksi demo tersebut yang didampingi dua LSM yaitu LSM Formak yang diketuai Ali Zamzami dan YGHL diketua Sarbunis, karena pihak pemerintah daerah tanpa berkoordinasi dengan pihak pedagang di pasar inpres Tapaktuan, merelokasikan kepada pasar rakyat yang agak jauh dari pusat kota Tapaktuan.

Dalam orasi silih bergati para pedagang tersebut, mereka menolak direlokasikan (pemindahan) kelokasi pasar rakyat yang jauh dari pembeli, lagi pula tempatnya yang tidak strategis.

Selain itu tempatnya dipinggir laut, ini merupakan barang dagangan kami akan bisa cepat berkarat. Konon lagi nantinya daya pembeli cukup minim, karena jarak tempuh cukup jauh, sementara pembeli yaitu masyarakat Tapaktuan dan masyarakat Samadua.

Bila hal tersebut pemda juga memaksakan pemindahan lokasi, kami tetap menolak. “Yang penting kami tetap tidak mau dipindahkan, ini merupakan harga mati,” tegas salah seorang pendemo dari beberapa orang berorasi.

Sempat terjadi aksi dorong-derongan

Menurut amatan media ini, ratusan pedagang terjadi aksi dorong-dorongan sama pihak kepolisian yang sudah siap siaga melakukan pagar betis, karena ratusan pedagang ingin menerobos memasuki kantor bupati, karena pihak pejabat pemda tidak mau menghadapi para pendemo.

Namun akhirnya PLT Bupati Aceh Selatan, Kamarsyah, S.Sos pada saat itu sedang berada di Banda Aceh, dan diwakili Sekda H. Nasjuddin, SH.

Pada kesempatan itu oleh ketua Himpunan Pedagang Pasar Inpres Tapaktuan (HPPIT), Arzuna membacakan sikap kenapa mereka tidak mau dipindahkan kelokasi lain, terdapat ada beberapa macam.

Dalam penegasan sikap tersebut. “Bila pemda mengabaikan pernyataan tersebut, ia akan berdemo lagi dan kami sebagai pedagang tidak akan mau dipindahkan, biarpun ada unsur pemaksaan,” ujarnya Arzuna, ratusan pedagang yang terlibat laki-laki dan perempuan itu dalam aksi demo tersebut, mangatakan setuju penolakan dipindahkan.

Sekda terpancing emosi

Dalam sambutan Sekda H. Nasjuddin, SH. MM, sudah menerima pengaduan atau pernyataan sikap tersebut, dan ia berjanji akan melaporkan kepada pimpinan yaitu, PLT Bupati Aceh Selatan, Kamarsyah, S. Sos. MM sedang ada tugas di Banda Aceh.

Kemudian apa hasilnya akan kami sampaikan kepada yang mewakili pedagang. Mudah-mudahan hasilnya nanti, itulah yang terbaik untuk pedagang, ujarnya.

Namun di akhir sambutan, Sekda Nasjuddin, mengharapkan kepada ratusan pedagang supaya pedagang jangan ada yang memprofakasi, maka belum sempat habis sekda bicara, para pendemo bersorak segerak tinggalkan kantor bupati dan kita menuju gedung DPRK Aceh Selatan.

Kemudian sekda Nasjuddin terpancing kemarahan, dan memanggil ketua Pedagang Pasar Impres, yaitu Arzuna, kami tidak mau urusan sama orang lain yang diluar pedagang dengan suara lantang melalui pengeras suara.

Sehabis itu ratusan pendemo menuju gedung DPRK Aceh Selatan yang dikawal langsung oleh pihak kepolisian Polres Aceh Selatan.(MR.ZULMAS)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS