94619 KALI DIBACA

Talud Ambruk, Jalan Desa di Blangpidie Teracam Putus

Talud Ambruk, Jalan Desa di Blangpidie Teracam Putus
Talud badan jalan kawasan Desa Kuta Tuha, Kecamatan Blangpidie ambruk pasca diguyur hujan lebat beberapa hari lalu, Kamis (15/3/2018).(Syahrizal)
example banner

Blangpidie I Realitas – Badan jalan di kawasan Desa Kuta Tuha, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) terancam putus. Pasalnya, dinding penahan tanah (Talud) pada lokasi jalan tersebut telah ambruk beberapa hari yang lalu akibat diguyur hujan deras.

Sekdes Kuta Tuha, Desmarizal Bayu Saputra kepada wartawan, Kamis (15/3/2018) mengatakan, talud yang dibangun sekitar tahun 2009 lalu itu ambruk sepanjang 30 Meter lebih. Dampaknya, saluran air daerah irigasi (DI) Susoh sayap kiri yang penyuplai air ke ratusan hektare areal persawahan di kawasan setempat akan macet. Dimana material talud yang ambruk itu langsung menimpa dinding saluran, sehingga mengakibatkan penumpukan material.

Desmarizal menyebutkan, ambruknya talud sekaligus menimpa dinding saluran itu terjadi beberapa hari lalu, di saat hujan lebat mengguyur wilayah Abdya. Sebelumnya, kondisi talud yang berada dilintasan jalan penghubung ke beberapa desa serta sebagai jalur masuk menuju kompleks terminal Blangpidie memang telah retak dan telah menampakan tanda-tanda kerusakan.

Apabila hujan terus mengguyur dalam beberapa hari ini, maka badan jalan yang ramai dilalui pengendara akan ikut ambruk ke dasar saluran akibat terkikis arus air. Untuk itu, Desmarizal berharap kepada instansi terkait dapat segera menanggulangi kerusakan tersebut sebelum putusnya badan jalan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK), Amiruddin mengaku telah menerima laporan ambruknya talud jalan tersebut, bahkan pihaknya telah turun langsung ke lokasi guna melihat kondisi kerusakan yang ditimbulkan, kemungkinan besar penyebab ambruknya talud karena faktor ketahanan yang tidak optimal, ditambah lagi guyuran hujan pada saat itu,”Ujar Amiruddin.

BPBK akan melakukan pembersihan material pada talud dan dinding saluran yang ambruk, agar tidak menghambat laju suplai air ke hilir, namun upaya tersebut akan dilakukan setelah tuntasnya pembuatan jembatan darurat di kawasan Desa Gudang, Kecamatan Blangpidie.

Sementara itu, PJ Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Abdya, T.Indra,ST mengatakan, penanganan talud yang ambruk tersebut memang harus dilakukan secara permanen, mengingat fungsi talud yang sangat vital yakni menahan badan jalan agar tidak ambruk, sejauh ini pihaknya akan menunggu proses pembersihan material talud dan dinding saluran hingga tuntas, Tujuannya untuk lebih memudahkan mencari penyebab utama dari kerusakan tersebut,”Ungkap T.Indra.

“Kami akan lakukan koordinasi dulu sambil menunggu proses pembersihan tuntas, Kemudian baru dilakukan perbaikan sesuai dengan kebutuhan di lapangan,”Tutup T.Indra,ST.(Syahrizal)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS