72219 KALI DIBACA

Sorot Harga Gabah, Dewan Warning Agen Pengepul di Abdya

Sorot Harga Gabah, Dewan Warning Agen Pengepul di Abdya
Julinardi Anggota DPRK Abdya
example banner

Blangpidie I Realitas – Salah satu anggota DPRK Aceh Barat Daya (Abdya) Julinardi mengingatkan agar agen pengepul di kabupaten setempat tidak mencoba-coba mempermainkan harga pembelian gabah di tingkat petani. Pasalnya, petani sudah sangat kesusahan dalam menggarap, merawat hingga memetik hasil yang dicapai.

Menurut Julinardi, patokan harga gabah ditingkat agen pengepul saat ini berkisar antara Rp.4700-5000 per kg, besaran harga dimaksud masih tergolong layak untuk dinikmati oleh para petani jika dibandingkan dengan biaya pengeluaran sehari-hari ditambah lagi biaya yang telah terpakai selama mereka menggarap sawah hingga proses panen padi.

Anggota dewan dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) itu, meminta para agen agar bekerja secara profesional dengan menampung gabah dari petani dengan harga yang sewajarnya yakni sesuai dengan harga di pasaran,“Kalau mau mencari laba, janganlah terlalu tinggi sekali sehingga mencekik leher petani. Atas nama wakil rakyat, saya mewarning para agen pengepul di Abdya,” ungkapnya saat menyambangi Kantor PWI Abdya, Jum’at (23/3/2018).

Musim panen padi tahun ini, lanjutnya. Kualitas gabah yang dihasilkan petani sangat bagus. Rata-rata hasil panen padi petani di Abdya mencapai 7 sampai 8 ton per hektare,“Cukup bagus hasil yang dicapai petani saat ini, untuk itu belilah sesuai dengan pasaran dan juga aturan yang berlaku di Abdya,” tutur Julinardi.

Jika harga gabah turun seperti pengalaman musim panen tahun lalu yang mencapai Rp.3.900 per kg, tentu membuat petani tertekan bak tangga menimpa dirinya sendiri. Jangankan untuk menambah biaya kehidupan sehari-hari, untuk mengganti biaya pengolahan sawah saja belum memadai.

“Jangan siksa petani dengan mempermainkan harga gabah, tapi berilah harapan dengan hasil apa yang telah dicapai petani itu sendiri untuk dinikmatinya,” ujar Juli demikian sapaan akrabnya.

Hamzah, petani di Kecamatan Tangan-Tangan mengaku harga gabah ditingkat agen pengepul masih stabil yakni berkisar Rp.4700-5000 per kg tergantung jenis dan kualitas gabah. Harga Rp.4700 itu apabila dipanen menggunakan mesin potong padi. Tapi kalau menggunakan tukang potong manual, harga gabah bisa mencapai Rp.5000 lebih. “Kami berharap, harga gabah itu bisa bertahan ditingkat petani,” harapnya.

Dengan kisaran harga gabah saat ini, Hamzah masih merasa khawatir akan turunnya harga secara perlahan-lahan. Sebab, jika stok gabah hasil panen berlimpah, dengan sendirinya harga akan turun, bahka bisa mencapai harga terendah.

Kondisi tersebut kerap terjadi di setiap musim panen di Abdya yang hingga saat ini belum ada solusinya, “Kami petani musiman, dan hasil yang kami dapat juga musiman. Jadi, tolong tidak mempermainkan harga gabah,” pintanya.(Syahrizal)

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS