PIC SPPG Paya Bujuk Beuramoe Muhammad Harun Al Rasyid: Menolak Tegas Wacana Libatkan Kantin Sekolah dalam Program MBG

oleh -1.759 views
Foto : Doc. Media Realitas. SPPG Yayasan Makmur Maju Bersama (Paya Bujuk Beuramoe).

Langsa | REALITAS Wacana melibatkan kantin sekolah dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat penolakan tegas dari PIC SPPG Paya Bujuk Beuramoe, Muhammad Harun Al Rasyid.

Menurutnya, Program MBG sejak awal harus ditempatkan sebagai program pemenuhan gizi dan peningkatan kualitas generasi muda, bukan diarahkan menjadi ruang kepentingan bisnis maupun keuntungan personal.

“Kami menolak tegas apabila kantin sekolah dilibatkan dalam pelaksanaan MBG. Jangan sampai tujuan utama program ini bergeser dari kepentingan anak-anak dan pendidikan menjadi kepentingan lain,” tegas Muhammad Harun Al Rasyid.

Ia menilai, pelaksanaan MBG harus mengedepankan standar gizi, kualitas makanan, keamanan pangan, ketepatan distribusi, serta pengawasan yang transparan. Karena itu, setiap perubahan pola pelaksanaan harus benar-benar dikaji agar tidak mengurangi kualitas pelayanan kepada para penerima manfaat.

BACA JUGA :  Polemik Kantin MBG Memanas, PIC SPPG Tualang Cut Hendrix Pracoyo: Kesejahteraan Berbasis Pendidikan Melalui MBG Lebih Menjamin ‎

“Yang paling penting adalah bagaimana anak-anak mendapatkan makanan bergizi dengan kualitas yang terjamin. Jangan sampai program yang sangat baik ini justru menimbulkan persoalan baru karena dicampuradukkan dengan kepentingan tertentu,” ujarnya.

Muhammad Harun juga menegaskan bahwa keberadaan SPPG bukan semata-mata berkaitan dengan penyediaan makanan, tetapi merupakan bagian dari upaya mendukung kesehatan, pendidikan, dan masa depan generasi muda.

BACA JUGA :  Polemik Kantin MBG Memanas, PIC SPPG Tualang Cut Hendrix Pracoyo: Kesejahteraan Berbasis Pendidikan Melalui MBG Lebih Menjamin ‎

“MBG harus dikawal agar tetap berada pada jalurnya. Orientasinya adalah kesejahteraan generasi muda, bukan keuntungan personal. Kalau ada kebijakan baru, tentu harus dipastikan terlebih dahulu bahwa kebijakan tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi anak-anak,” katanya.

Ia berharap seluruh pihak dapat menjaga semangat awal Program MBG dan tidak menjadikan program tersebut sebagai arena kepentingan kelompok maupun kepentingan ekonomi tertentu.

“Jangan sampai kepentingan anak-anak kalah oleh kepentingan orang dewasa. Kami ingin MBG benar-benar menjadi program yang dirasakan manfaatnya oleh generasi muda,” pungkasnya. (*)