Tualang Cut | REALITAS — Polemik rencana pembentukan kantin dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Manyak Payed semakin memanas. Di tengah sorotan publik tersebut, PIC SPPG Tualang Cut Yayasan Makmur Maju Bersama, Hendrix Pracoyo, menegaskan bahwa pelaksanaan MBG harus dikembalikan kepada tujuan utamanya: pemenuhan gizi anak dan peningkatan kualitas pendidikan.
Hendrix menyampaikan, MBG jangan sampai hanya dipandang sebagai persoalan penyediaan makanan ataupun aktivitas ekonomi semata. Program tersebut memiliki tujuan sosial yang jauh lebih besar karena menyangkut kesehatan, pendidikan, dan masa depan generasi muda.
“Kesejahteraan berbasis pendidikan melalui MBG lebih menjamin,” tegas Hendrix.
Menurutnya, ketika program yang
menyasar peserta didik justru diwarnai polemik mengenai pembentukan kantin, maka publik wajar mempertanyakan apakah setiap kebijakan yang muncul benar-benar berorientasi pada kepentingan penerima manfaat.
Jangan Sampai MBG Bergeser dari Tujuan Utama
Hendrix menegaskan bahwa kepentingan anak-anak penerima manfaat harus ditempatkan sebagai prioritas tertinggi.
Ia mengingatkan, MBG bukan sekadar persoalan makanan yang dibagikan setiap hari. Di balik program tersebut terdapat tujuan untuk meningkatkan asupan gizi, menjaga kesehatan peserta didik, meningkatkan konsentrasi belajar, serta mendukung keberlangsungan pendidikan mereka.
Karena itu, menurut Hendrix, setiap kebijakan turunan dalam pelaksanaan MBG harus memiliki alasan yang jelas, mekanisme yang transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Jangan sampai tujuan besar MBG justru tertutup oleh persoalan-persoalan lain yang tidak berkaitan langsung dengan kepentingan anak sebagai penerima manfaat,” ujarnya.
Publik Berhak Bertanya
Polemik mengenai rencana pembentukan kantin MBG di Karang Anyar juga dinilai tidak boleh dibiarkan berkembang tanpa penjelasan yang terang.
Masyarakat berhak mengetahui bagaimana konsep tersebut akan diterapkan, siapa yang akan mengelola, apa dasar pembentukannya, serta bagaimana keberadaannya berkaitan dengan tujuan utama Program MBG.
Keterbukaan informasi menjadi penting agar tidak muncul berbagai spekulasi di tengah masyarakat.
Menurut Hendrix, semakin besar program tersebut menyangkut kepentingan publik, semakin besar pula tuntutan terhadap transparansi dan akuntabilitasnya.
Jangan Ada Kepentingan yang Menggeser Kepentingan Anak
Hendrix menekankan bahwa seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan MBG semestinya memiliki satu orientasi yang sama, yakni memastikan program benar-benar memberikan manfaat kepada peserta didik.
“Kalau program ini berbicara tentang kesejahteraan anak melalui pendidikan dan pemenuhan gizi, maka jangan sampai kepentingan anak justru menjadi hal yang terpinggirkan,” tegasnya.
Ia juga berharap polemik yang berkembang dapat diselesaikan melalui komunikasi terbuka dan berdasarkan aturan serta mekanisme yang berlaku, bukan melalui persepsi maupun asumsi masing-masing pihak.
MBG Bukan Ruang untuk Kepentingan Sesaat
Program MBG merupakan program yang menyentuh kepentingan masyarakat luas. Karena itu, pelaksanaannya harus dijaga dari potensi konflik kepentingan, praktik yang tidak transparan, maupun kebijakan yang berpotensi mengaburkan tujuan utama program.
Hendrix menegaskan, ukuran keberhasilan MBG pada akhirnya bukan sekadar berapa banyak makanan yang didistribusikan, tetapi seberapa besar program tersebut mampu meningkatkan kualitas kesehatan, pendidikan, dan masa depan anak-anak.
“Yang harus kita jaga adalah tujuan besarnya. Anak-anak harus mendapatkan manfaat nyata. Pendidikan harus semakin baik dan kesejahteraan mereka harus semakin terjamin,” pungkas Hendrix.
Polemik kantin MBG di Karang Anyar kini menjadi perhatian publik. Masyarakat tentu berharap pihak-pihak terkait dapat memberikan penjelasan secara terbuka sehingga pelaksanaan MBG tidak menimbulkan tanda tanya dan tetap berada pada jalur tujuan awal program: memberikan gizi terbaik bagi anak dan mendukung kualitas pendidikan generasi penerus. (Nz)
Polemik Kantin MBG Memanas, PIC SPPG Tualang Cut Hendrix Pracoyo: Kesejahteraan Berbasis Pendidikan Melalui MBG Lebih Menjamin

