PEMERINTAH ACEH SERAHKAN LULUSAN SMK KEPADA PEMKO BANDA ACEH DAN PEMKAB ACEH BESAR

oleh -18.759 views

Banda Aceh | REALITAS – Dalam rangka sinergi optimalisasi potensi sumber daya manusia, terutama bagi lulusan SMK, Pemerintah Aceh yang diwakili oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Keistimewaan dan Sumberdaya Manusia dan Hubungan kerjasama, Dr. Husnan, ST., MP, menyerahkan 326 siswa/i SMK Negeri 3 Banda Aceh kepada Pemerintah Kota Banda Aceh dan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dengan kahlian dalam bidang Tata Busana 180 orang, kuliner 90 orang, kecantikan kulit dan rambut 27 orang, perhotelan 26 orang dan Unit Layanan Pariwisata 11orang, dari Total 326 siswa/i tersebut 148 dari Aceh Besar dan 178 akan menjadi warga Kota Banda Aceh.

“Pemerintah Provinsi telah secara optimal mendidik para siswa/i yang hari ini telah menyelesaikan pendidikannya dan akan kembali menjadi warga masyarakat di lingkungannya, untuk itu, kami menyerahkan para siswa/i ini kepada Bupati Aceh Besar dan Walikota Banda Aceh untuk dapat dioptimalkan lulusan yang telah dididik oleh SMK 3 ini”, kata Husnan dalam penyerahan lulusan SMK dengan tema “Sinergi membangun negeri”.

Acara serah terima siswa/i SMK ini di hadiri oleh Asisten I Pemkab Aceh Besar dan Staf Ahli Walikota Banda Aceh dengan disaksikan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin dan Kabid SMK, Syahrul. Murtala juga menyampaikan agar kolaborasi Pemerintah Provinsi dan Kabupaten Kota seperti ini perlu selalu dilakukan supaya SMK tidak menjadi penyumbang angka pengangguran, padahal alumni SMK adalah Sumber Daya Manusia yang telah mempunyai berbagai keahlian yang jika di optimalkan dapat menjadi pelaku UMKM yang mandiri, Murtala juga berterimakasih kepada Yayasan Advokasi Rakyat Aceh yang telah mengagas kegiatan serah terima ini.

BACA JUGA :  JARI Minta Kapolri Bentuk Korps Tindak Pidana Pemberantasan Narkoba

“tugas kami sebagai Dinas Pendidikan Aceh telah sangat optimal dalam mendidik para siswa/i yang lulus hari ini, dengan berbagai keahlian yang mereka miliki kami menyerahkan mereka kepada Pemerintah Kota Banda Aceh bagi yang warga Banda Aceh dan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar bagi warga Aceh Besar, harapan kami agar Pemerintah masing-masing dapat mengoptimalkan potensi yang telah mereka miliki selama menempuh pendidikan di SMK 3 ini, kami juga berterimakasih kepada Yayasan Advokasi Rakyat Aceh yang telah menginisiasi acara penyerahan ini”, ujar Murtala saat penyerahan tersebut, Senin 4 Mei 2026.

Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), Safaruddin, mendorong agar kolaborasi antara Pemerintah Provinsi dengan Kabupaten/Kota dalam mengoptimalkan sumber daya manusia alumni SMK ini dapat berjalan di seluruh Aceh, menurut Safar, SMK merupakan inkubasi pelaku UMKM dimana setelah lulus seperti hari ini mereka akan kembali menjawa warga masyarakat di lingkungannya, dan dengan keadlian yang dimiliki tentu dapat menjadi UMKM dengan perhatian dari pemerintah daerah setempat, seperti hari ini ada 180 orang lulusan tata busana yang sudah mahir dalam menjahit, dengan bantuan satu set mesin jahit dengan dukungan modal 3 atau 4 juta dari Pemerintah setempat mereka sudah dapat berkembang, dan pemerintah Daerah pun tidak perlu lagi mengaggarkan anggaran pelatihan untuk UMKM karena SDM nya sudah tersedia hanya butuh sentuhan sedikit modal saja untuk berkembang.

“selama ini potensi SDM di SMK tidak mendapat perhatian karena tugas dan kewenangan masing-masing, SMK memang tanggung jawab Pemerintah Provinsi, namun setelah mereka lulus dan menjadi warga masyarakat maka akan menjadi tanggung jawab Pemerintah setempat untuk memfasilitasi warganya agar dapat hidup dan berkembang, jangan sampai mereka menjadi penyumbang angka pengangguran setelah lulus, tapi dengan sedikit sentuhan perhatian dari Pemerintah setempat mereka akan menjadi pelaku UMKM karena telah menjalani masa inkubasi keahlian selama tiga tahun di SMK, seperti alumni tata busana mereka sudah mahir menjahit baju dengan berbagai model, hanya saja ketika lulus mereka perlu sedikit dukungan alat produksi yang harganya sekitaran 3 atau 4 juta, sarana kerja inilah yang kita harap mendapat perhatian dari pemerintah setempat agar mereka tumbuh menjadi UMKM yang mandiri”, tutup Safar usai penyerahan tersebut yang di dampingi oleh Kepala Perwakilan YARA Banda Aceh, Yuni Eko Hariatna atau Dato’ Embong. (*)