Bantuan untuk Korban Banjir di Aceh Tamiang Masih Dibutuhkan

oleh -22.759 views
oleh
Bantuan untuk Korban Banjir di Aceh Tamiang Masih Dibutuhkan

REALITAS – Di tengah mulai berkurangnya kehadiran relawan di lokasi bencana, tim Flower Aceh bersama Lifeguards Aceh masih bertahan membantu warga terdampak banjir di sejumlah wilayah di Aceh Tamiang.

Kedua organisasi ini terus mengoperasikan dapur umum, menyalurkan bantuan logistik, serta menjangkau kelompok rentan yang masih bertahan di pengungsian.

Sejak banjir melanda pada akhir November 2025, kebutuhan dasar ribuan warga belum sepenuhnya terpenuhi. Perempuan, anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas menjadi kelompok paling terdampak, terutama di wilayah dengan akses yang masih terbatas akibat kerusakan infrastruktur.

Di Aceh Tamiang, relawan mendistribusikan berbagai bantuan mulai dari sembako, perlengkapan kebersihan, shelter kit, hingga kebutuhan memasak ke sejumlah gampong yang terdampak parah. Dapur umum yang didirikan sejak 28 November 2025 di belakang kantor DPRK Aceh Tamiang masih beroperasi, memproduksi ratusan nasi bungkus setiap hari untuk para pengungsi.

Ketua Posko Relawan Flower Aceh dan Lifeguards Aceh di Aceh Tamiang, Agus Milanda, mengatakan kebutuhan masyarakat masih tinggi meskipun banjir mulai surut.

BACA JUGA :  Prediksi Tochigi vs Shonan Bellmare, J2-League 29 April 2026

“Kami tidak akan berhenti selama masih memiliki kekuatan dan sumber daya. Meskipun banjir mulai surut, pemulihan ekonomi dan pemenuhan kebutuhan dasar masih menjadi pekerjaan rumah besar. Banyak warga kehilangan mata pencaharian dan belum bisa kembali ke rumah karena rusak berat,” kata Agus, Rabu, 18 Maret 2026.

Memasuki Februari hingga Maret 2026, distribusi bantuan diperluas melalui pendataan berbasis asesmen cepat guna memastikan bantuan tepat sasaran. Sejumlah wilayah seperti Kuala Simpang, Dusun Kenari, Tanah Terban, hingga Simpang Kiri menjadi lokasi penyaluran dengan total penerima manfaat lebih dari 2.900 kepala keluarga.

Agus menyebutkan, pihaknya juga telah menyelesaikan distribusi sekaligus monitoring penyaluran bantuan pada 15–17 Maret 2026 di Desa Bukit Tempurung. Setiap paket bantuan berisi bahan pokok seperti beras, telur, minyak goreng, gula, dan mi instan.

BACA JUGA :  Prediksi Kashiwa Reysol vs FC Tokyo, J-League 29 April 2026

“Selanjutnya, pada pertengahan April 2026 kami berencana menyalurkan sebanyak 2.557 paket sembako di tiga desa yang sama di Aceh Tamiang,” ujarnya.

Direktur Eksekutif Flower Aceh, Riswati, mengatakan keberlanjutan respon kemanusiaan ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak.

“Tanpa dukungan semua pihak, mustahil kami bisa bertahan selama ini. Ini menjadi bukti bahwa solidaritas dan persaudaraan tidak mengenal batas wilayah,” katanya.

Sementara itu, Ketua Lifeguards Aceh, T. Ayatullah Bani Baeit, menegaskan komitmen lembaganya dalam penanganan bencana, mulai dari evakuasi hingga distribusi logistik ke wilayah terpencil.

“Lifeguards Aceh memiliki pengalaman dalam penanganan darurat, dan kami akan terus mendukung kerja-kerja kemanusiaan di lokasi bencana,” ujarnya.

Selain menyalurkan logistik, relawan juga membuka layanan pengaduan kekerasan berbasis gender serta menyediakan bantuan spesifik bagi perempuan dan anak, termasuk kebutuhan ibu hamil, bayi, dan layanan pendampingan psikososial.(red)