Bekasi | REALITAS —
Warung makan legendaris Betawi Haji Udin Combo di kawasan Harapan Indah, Bekasi, kini memasuki babak baru. Setelah sang pemilik sekaligus peracik resep turun-temurun, almarhum Haji Udin, wafat beberapa tahun lalu, estafet usaha kini berada di tangan sang anak, Nur Komar, S.Kom.
Tak ingin sekadar meneruskan, Komar justru melakukan langkah modernisasi tanpa meninggalkan cita rasa asli warisan keluarga. Dengan pendekatan manajemen kekinian, sistem pelayanan lebih rapi, area makan lebih tertata, dan promosi pun memanfaatkan media digital.
Hasilnya? Setiap hari warung ini nyaris tak pernah sepi. Para pelanggan lama tetap setia, sementara generasi muda mulai banyak berdatangan karena suasana warung yang lebih nyaman namun tetap mempertahankan nuansa Betawi.
Menu yang menjadi primadona tentu saja hidangan kebanggaan keluarga: gabus pucung. Masakan yang menggunakan ikan gabus segar dan pucung (keluwek) ini menghasilkan kuah hitam pekat yang kaya rasa, sekilas mirip rawon Jawa Timur. Namun aroma dan bumbunya tetap menunjukkan karakter kuat kuliner Betawi – gurih, pedas-pedas mantap, dan meninggalkan rasa khas yang sulit dilupa.
Komar mengakui bahwa tantangan terbesar adalah menjaga kualitas rasa seperti buatan ayahnya. “Resep tetap resep Haji Udin. Tugas saya hanya merapikan manajemen dan membuat warung ini relevan dengan zaman sekarang tanpa mengubah cita rasa,” ungkapnya.
Selain gabus pucung, Warung Haji Udin Combo juga menyajikan ragam menu Betawi lainnya yang tak kalah digemari, mulai dari semur, pepes, hingga sambal-sambal khas racikan keluarga.
Dengan langkah modernisasi yang tetap menghormati cita rasa warisan leluhur, Komar membuktikan bahwa kuliner tradisional bisa terus bersinar di era baru. Warung Haji Udin Combo bukan sekadar tempat makan, tetapi juga penjaga kuliner Betawi yang terus hidup dari generasi ke generasi.(Pay)

